Dapur MBG Jadi Ladang Nepotisme, 47 Karyawan dari Satu Keluarga Terungkap oleh DPR!
Sebagai sorotan terhadap potensi penyalahgunaan program yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, mengungkapkan bahwa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diisi oleh satu keluarga besar yang terdiri dari 47 orang.
Temuan ini disampaikan dalam rapat kerja (Raker) bersama dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI dan Kepala BPOM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (1/10). Sebagai sorotan terhadap potensi penyalahgunaan program yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.
"Ya karena saya lihat ada juga salah satu SPPG itu yang merekrut anaknya, keponakannya, istrinya, besannya, sepupunya. Jadi, yang jadi karyawan SPPG itu keluarganya dia saja yang 47 orang," kata Muazzim.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun menyayangkan atas temuan tersebut. Padahal, SPPG seharusnya membantu untuk menyerap lapangan pekerjaan.
"Karena kami melihat, kalau bisa, memang kemarin itu ada harapan supaya kita bisa menyerap tenaga kerja di sekitar SPPG itu sendiri," ujarnya.
Selain itu, ia juga menemukan adanya SPPG di Bali yang karyawannya tidak hanya dari masyarakat sekitar. Melainkan orang-orang dari luar Bali.
"Nah ada SPPG itu yang saya lihat cukup bagus, yang milihnya dari koperasi kepolisian kemarin saya lihat di Bali misalnya, itu karyawannya dari Jawa ada 21 orang. Dia tidak merekrut dari sekitar jadi hanya beberapa yang direkrut," ungkapnya.
Dia juga meminta agar perekrutan SPPG diperketat dan memahami soal penyajian makanan. Pasalnya, ia menemukan terdapat pengusaha yang menaungi lebih dari satu SPPG.
"Seleksi SPPG yang berikutnya untuk lebih diperketat lagi. Karena memang kemarin ada yang kita lihat juga yang salah satu pengusaha punya SPPG sampai 7, 6, 5. Ya kita harapkan untuk seleksi SPPG ini betul-betul itu BGN menyeleksi, kan dia mendaftar melalui online, dia kirim videonya," katanya.