Dana KPU belum cair, pembuatan TPS di Solo tersendat
Tak hanya untuk pembuatan TPS, namun biaya konsumsi bagi petugas pembuat TPS juga belum cair.
Pembuatan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Solo, Jawa Tengah hingga Selasa (8/4) sore, belum terlaksana. Penyebabnya adalah dana operasional penyelenggaraan pemilihan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak kunjung cair. Padahal pelaksanaan pemilu tinggal beberapa jam lagi.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 24 Jagalan, Hananto W Laksono kepada wartawan mengatakan, hingga Selasa (8/4) sore atau sehari menjelang pencoblosan, dirinya belum menerima dana operasional dari KPU.
"Sampai sore ini dana operasional dari KPU belum turun. Padahal ini sangat penting untuk pembuatan TPS," ujarnya.
Menurut Hananto, keterlambatan dana operasional itu telah dilaporkannya ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat. Pihaknya mengeluhkan, jika tak kunjung cair, pelaksanaan pemilu akan terganggu.
"Kita sudah lapor PPS, tapi malah diminta untuk menalangi dulu. Katanya dana operasional baru cair Selasa malam," keluhnya.
Hananto menambahkan dana operasional itu tidak hanya untuk pembuatan TPS, namun juga untuk biaya konsumsi bagi petugas pembuat TPS.
"Tahun lalu, H-6 dana operasional sudah dicairkan. Kalau sekarang belum cair seperti ini kan repot," imbuh Ketua KPPS 13 Kampung Sewu, Bing Daliman.
Sementara itu, Anggota KPU Divisi Logistik, Suryo Baruno mengakui adanya keterlambatan pencairan dana. Suryo beralasan belum adanya keseragaman proses administrasi di tingkat bawah ke pusat membuat keterlambatan pencairan.
"Pencairannya memang menunggu proses administrasi selesai semua. Laporan dari bawah ke pusat belum seragam. Jadi diseragamkan dulu," katanya.
Baca juga:
Pileg, SBY instruksikan pengamanan khusus di Aceh
Usai pileg, Golkar dekati Demokrat buat koalisi
Panglima TNI: Pemilu di Yahukimo bisa tertunda satu-dua hari
Presiden SBY ajak masyarakat Indonesia sukseskan Pemilu 2014
Polisi kawal pendistribusian logistik pemilu ke TPS