Dampak Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Karawang Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Karawang mengalami peningkatan. Kondisi ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Karawang mengalami peningkatan. Kondisi ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19.
"Kenaikan tersebut dipengaruhi dampak pandemi Covid-19, sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Karawang mengalami peningkatan satu persen," kata Kepala BPS Karawang Budi Cahyono, Senin (31/5).
Budi memaparkan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Karawang pada 2019 sempat mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 menjadi 7,39% atau 173,66 ribu jiwa.
"Sedangkan pada tahun 2020 alami peningkatan 8,26% atau 195,41 ribu jiwa dari tahun 2019 dan saat ini tahun 2021 mengalami peningkatan satu persen," katanya.
Budi menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 juga memberikan efek kepada pengangguran karena perusahaan-perusahaan terdampak, sehingga daya beli berkurang dan pendapatan menurun."Penurunan tersebut mengakibatkan yang tadinya hampir miskin jadi miskin karena kondisi," ungkapnya.
Sementara itu, jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Karawang pada Februari 2021 sebesar 8,92% atau mengalami kenaikan sebesar 1,21% dibandingkan Februari 2020. Penduduk yang bekerja pada Februari 2021 sebanyak 22,31 juta orang, menurun 0,31 juta orang dari kondisi Februari 2020.
Baca juga:
Akses Jalan Menuju Puskesmas Sulit, Penderita Tumor Mulut di Entikong Ditandu
Menteri Sri Mulyani: Program PEN Selamatkan 5 Juta Orang dari Kemiskinan
Kisah Perjuangan Bocah 13 Tahun Jual Gorengan Demi Nafkahi Ibu dan Kakaknya
Derita Nenek Toi, Tinggal di Gubuk Reyot hingga Luput dari Bantuan Pemerintah
'Akibat Kemiskinan Mereka Bisa Terpapar Paham Radikal Intoleran'
UNDP: Separuh Penduduk Myanmar Bakal Jatuh Miskin Pada 2022