Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Akibat Kemiskinan Mereka Bisa Terpapar Paham Radikal Intoleran'

'Akibat Kemiskinan Mereka Bisa Terpapar Paham Radikal Intoleran' Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin peduli terhadap sesama. Saling bantu tanpa melihat status satu contoh positif perlu diteruskan. Kita jangan sampai lengah terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan.

"Bagaimana bisa kita begitu saja melihat saudara-saudara kita kelaparan, yang mana akibat kelaparan dan kemiskinan mereka akhirnya bisa terpapar paham-paham radikal intoleran," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, Embay Mulya Syarief dalam keterangannya, Jumat (7/5).

Untuk itu, Embay mengajak masyarakat mau berbagi sehingga memberi manfaat bagi orang lain. Di bulan suci ini, lanjutnya, salah satu yang diwajibkan adalah membayar zakat.

"Oleh karena itu kan keterlaluan, orang yang sudah diberikan begitu banyak (rezeki) tetapi tidak melakukan zakat," tuturnya.

Selain itu, Embay juga berpesan bahwa seseorang dalam beribadah itu tentunya juga harus berilmu. Menurutnya, di dalam ajaran Islam dua hal yang sangat utama.

Pertama dakwah, lalu yang kedua pendidikan. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para pemuka agama agar sabar dalam menghadapi mereka-mereka ini (orang radikal).

"Para pemuka agamanya diharapkan bersabarlah menghadapi orang-orang yang memang belum paham tentang Islam ini," ujarnya.

Terakhir ia berharap di Ramadan ini kita semua dilatih lebih sabar, tidak mudah terpancing hal-hal yang bisa merusak persaudaraan. "Dilatih sabar dalam meninggalkan maksiat, dilatih sabar ketika kita mengalami, misalnya bencana kelaparan," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP