Dampak Nyata Program MBG: Permudah Akses Makanan Bergizi hingga Kurangi Pengeluaran Masyarakat
Qodari mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2026 telah merilis laporan hasil survei monitoring dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya akses terhadap makanan bergizi hingga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).
"MBG bukan sekadar program makan siang. Ada dampak nyata yang sudah dan akan terus dirasakan masyarakat," ujarnya.
Qodari mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2026 telah merilis laporan hasil survei monitoring dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis. Hasil survei menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator manfaat program bagi masyarakat.
Berdasarkan data BPS, tingkat kemudahan masyarakat dalam memperoleh makanan bergizi meningkat dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen. Sementara itu, perilaku konsumsi makanan bergizi juga naik dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen.
Program MBG juga dinilai membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya kebutuhan harian. Persentase masyarakat yang merasa terbantu dalam menyiapkan makan siang meningkat dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen.
Selain itu, persentase masyarakat yang merasa pengeluaran sehari-hari menjadi lebih ringan meningkat dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.
Pada kesempatan yang sama, Qodari menyebut pemerintah mencatat adanya peningkatan kualitas pelaksanaan program, terutama dari sisi menu makanan yang diberikan kepada siswa.
Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah siswa yang menghabiskan seluruh porsi makanan MBG.
"Persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala," ungkapnya.
Dampak Positif MBG
Menurut Qodari, dampak positif program tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.
Pemerintah mencatat mayoritas pemasok program mengalami kenaikan penjualan selama periode pelaksanaan MBG.
Supplier MBG
"Selama periode Januari–Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen supplier MBG mencatat kenaikan nilai penjualan," katanya.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang mendukung pertumbuhan usaha lokal dan sektor pangan nasional.