LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dampak Lockdown di Malaysia, Sumut akan Mengalami Gelombang Kedatangan TKI

Kebijakan lockdown yang diambil Pemerintah Malaysia untuk memutus penyebaran Covid-19, berimbas pada para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ada di sana. Gelombang kepulangan terus terjadi, termasuk ke Sumatera Utara (Sumut).

2020-04-22 16:10:34
Dampak Corona
Advertisement

Kebijakan lockdown yang diambil Pemerintah Malaysia untuk memutus penyebaran Covid-19, berimbas pada para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ada di sana. Gelombang kepulangan terus terjadi, termasuk ke Sumatera Utara (Sumut). Bahkan Sumut menjadi salah satu wilayah paling mudah dijangkau bagi TKI, baik legal maupun ilegal, untuk pulang.

"TKI kita cukup besar yang ada di Malaysia. Bukan hanya di Sumut, se-Indonesia. Hari ini di Sumut, 127 orang berlabuh di Teluk Nibung, Tanjung Balai. Dan ini akan terus, terus dan terus. Ini yang harus kita sikapi. Inilah dampak dari Covid-19, yang melakukan lockdown Malaysia," jelas Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, Rabu (22/4).

Diperkirakan sekitar 800.000 warga Sumatera Utara masih berada di Malaysia. "Untuk se-Indonesia ada 8 juta," sebut Edy.

Advertisement

Kepulangan para TKI ini tetap akan diterima Pemprov Sumut. Namun semua harus menjalani prosedur kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Kita terima, ini masyarakat kita. Dia harus diisolasi, dicek kesehatan. Diberikan waktu. Dan pastinya rapid test yang akan dilakukan dua kali, hari pertama dan hari ketujuh," sebut Edy.

Tes yang dapat dilakukan memang masih rapid test. Meski ada laboratorium polymerase chain reaction (PCR) di RS Universitas Sumatera Utara dan RSUP H Adam Malik, kemampuannya masih terbatas. Hanya 2.000 reagen yang tersedia. Diharapkan 20.000 reagen akan tiba di daerah ini.

Advertisement

Ditanya tentang kebutuhan ekonomi para bekas TKI ini, Edy mengatakan, pemerintah akan menyediakannya. "Sudah pasti, rakyat kita, pasti kita yang memberi makan. Enggak mungkin orang lain yang memberi makan. Inilah yang harus kita sikapi bersama," cetusnya.

Edy pun memaparkan ketersediaan anggaran untuk permasalahan ini. Untuk tiga bulan pertama disiapkan Rp500 miliar. Jika masih kurang akan ditambah Rp500 miliar lagi. "Kalau tidak selesai juga akan kita realokasi lagi Rp500 miliar," sebutnya.

Baca juga:
Menaker Sebut 2 Juta Orang Dirumahkan dan Kena PHK Akibat Covid-19
Cerita Syaiful, Pemudik Pertama di Solo yang Selesai Karantina
Update Kasus Covid-19 22 April: 7.418 Positif, 913 Sembuh, 635 Meninggal
Persiapan SMK 57 Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19
PKS Sebut DPR Sebaiknya Bikin Pansus Corona, Ketimbang Bahas Omnibus Law

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.