LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dalih perampingan di DKI, Ahok bakal pangkas 2000 jabatan struktural

"‎Sekarang lagi terjadi ribut 1-2 bulan. Enggak apa-apa, saya bahkan bisa ribut 1 tahun kok," kata dia.

2015-04-01 09:46:47
Ahok
Advertisement

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan seleksi ketat terhadap PNS yang menjabat di lingkungannya. Bagi yang tidak memiliki kemampuan atau keahlian akan segera diturunkan menjadi staf biasa. Hal ini sebagai upaya langkah perampingan jabatan struktural.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merencanakan memangkas 1000 hingga 2000 jabatan struktural. Sampai saat ini tercatat masih ada sekitar 6000 jabatan struktural.

"Mungkin saya bisa buang 1000-2000 lagi struktur, jadi bisa-bisa Jakarta nanti strukturnya tinggal berapa, 4000," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4).

Ahok mengungkapkan, langkah ini sudah mulai dilakukan semenjak dirinya menduduki posisi pimpinan puncak di Pemprov DKI. Pada awal tahun 2015, dia sudah membuang 1500 jabatan struktural, dan mungkin akan bertambah.

"Saya tes kemarin buang 1500 jabatan. Banyak lho 1500. Jakarta selama ini oke enggak pelayanannya? Oke-oke aja, biar pun buang 1500," ujarnya.

Cara menyeleksi jabatan struktural yang akan dihapus, mantan Bupati Belitung Timur ini akan menggunakan sistem tunjangan kinerja daerah (TKD) dinamis. Sehingga PNS DKI Jakarta yang tidak kompeten mengisi jabatan mereka akan dihapus.

Sebab, dalam sistem TKD Dinamis, PNS DKI Jakarta harus memasukkan apa-apa saja yang mereka kerjakan dalam satu hari. Dari pekerjaan itu mereka akan mendapatkan poin. Dan poin tersebut akan menjadi patokan pemberian TKD.

"Dulukan kami enggak tahu nih seperti apa 8000 jabatan struktural. Kerja apa engak kerja, enggak ada yang tahu. Jadi kalau begitu kamu ngomel-ngomel karena TKD Dinamis, mungkin diporsi andai itu enggak ada gunanya," tegas suami Veronica Tan ini.

Ahok juga telah mempersiapkan diri jika terjadi benturan dengan oknum-oknum yang tidak terima atas kebijakannya. Dia menegaskan, dirinya telah siap untuk bersitegang selama 1 tahun untuk melaksanakan penghapusan jabatan struktural ini.

"‎Sekarang lagi terjadi ribut 1-2 bulan. Enggak apa-apa, saya bahkan bisa ribut 1 tahun kok. Gesek-gesek aja terus. Enggak apa-apa, nanti bisa ketahuan kalau kamu memang enggak ada kerjaan. Kalau seluruh komponen anda enggak bisa ngisi berarti saya pecat," tutupnya.

Baca juga:
2 PNS DKI jadi tersangka UPS, Ahok ngaku tak bisa beri bantuan hukum
Ahok persilakan PNS yang ingin mundur bila tak sanggup bekerja
Lagi, Ahok lelang jabatan PNS bulan depan, tak bisa kerja dipecat
Begini mental PNS DKI, masih suka main proyek dan akali anggaran
Janji gaji besar ala Ahok tak laku, PNS ramai-ramai mundur
Dapat tunjangan Rp 490 ribu,8 PNS DKI tetap pilih mundur dari disdik
Ini kata Ahok soal PNS DKI ramai-ramai mundur dari jabatannya

(mdk/efd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.