Dalam 3 hari Sulbar diguncang 67 gempa, warga bertahan di tenda darurat
Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat memilih bertahan di tenda darurat usai rangkaian gempa yang mengguncang sejak tanggal 3 November. Warga takut bangunan roboh ketika guncangan gempa terasa keras.
Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat memilih bertahan di tenda darurat usai rangkaian gempa yang mengguncang sejak tanggal 3 November. Warga takut bangunan roboh ketika guncangan gempa terasa keras.
Bupati Mamasa Ramlan Badawi telah meminta warganya untuk tenang dan tetap waspada serta berharap agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang tidak bertanggung jawab, dan menunggu imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Gempa di Mamasa tercatat sudah terjadi 67 kali sejak tiga hari terakhir, dan gempa bumi terbesar terjadi pada Senin (6/11) malam pukul 01.35 WITA.
Gempa itu berkekuatan 5.5 Magnitudo berada pada kedalaman 10 kilometer, berlokasi 12 km Tenggara Kota Mamasa pada 2.93 Lintang Selatan-119.44 Bujur Timur.
Gempa tersebut dirasakan di Kota Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulbar dengan getaran sebanyak dua kali dan membuat sejumlah warga panik.
"Getaran gempa mengakibatkan masyarakat di Kota Mamuju terbangun dari tidurnya karena getaran gempa cukup keras. Warga berlari mencari ruang terbuka menghindari bangunan tinggi," kata Endang, salah seorang warga Kota Mamuju, Rabu (7/11). Dikutip dari Antara.
Baca juga:
Sangihe diguncang gempa 5,3 skala richter
Mobil keliling untuk trauma healing warga korban gempa di Sulteng
Wapres JK pimpin rapat bahas pemetaan daerah merah pasca gempa Sulteng
Pengungsi Palu di Samarinda nyaris tak terurus, 2 pekan ada yang belum dapat bantuan
1.886 Tenda dibutuhkan untuk bangun sekolah darurat di Sulteng
Relawan FPI tertimpa longsor di Sigi