Daeng Aziz mengaku dulunya bandar judi di Kalijodo
"Jadi dulu waktu saya jadi bandar sebenarnya saya cuma menjalankan. Tapi oknum sebagai bandarnya," ujar Daeng Aziz.
Salah satu tokoh masyarakat di Kalijodo, Abdul Aziz yang dikenal dengan Daeng Azis merupakan orang yang disegani di kawasan tersebut. Dia sendiri blak-blakan soal sepak terjangnya selama berada di sana.
Aziz sempat menggelar pertemuan dengan kuasa hukum warga Kalijodo, Razman Arif Nasution. Saat itu Razman bertanya soal perjudian. Namun sayang jurnalis diwanti-wanti agar tidak memotong percakapan dan dilarang bertanya lebih jauh.
"Kalau perjudian, saya ini bandarnya dulu. Jadi dulu waktu saya jadi bandar sebenarnya saya cuma menjalankan. Tapi oknum sebagai bandarnya," ujar Daeng Aziz di Kalijodo, Selasa (16/2).
Setelah itu pembicaraan dilanjutkan di rumah salah seorang warga. Namun pertemuan itu digelar tertutup hanya Aziz, warga dan Razman yang diperkenankan masuk.
Salah satu warga Kalijodo yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa Daeng Aziz lewat anak buahnya menjaga keamanan tempat hiburan malam. Anak buahnya seringkali menyisir kafe-kafe yang di dalamnya terdapat keributan.
"Mereka sering patroli dari ujung. Jaga-jaga saja kalau ada yang rusuh nanti dibawa ke polisi. Narkoba juga," ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai biaya yang dikeluarkan untuk membayar keamanan, dia mengatakan tidak ada. "Enggak ada tuh," ujarnya.
Daeng Aziz, menurutnya, mendapat penghasilan dari mengelola Kalijodo. Ia tidak tahu apakah ada bisnis lain di luar Kalijodo yang dimiliki Aziz.
Ketika merdeka.com menyambangi Intan Cafe yang sering disinggahi Aziz, penjaga kafe mengatakan bahwa kafe tersebut hanya digunakan bersantai.
"Rumahnya (Daeng) banyak, di mana-mana, ada di BSD juga. Dia cuma nyantai aja di sini, enggak tinggal," ujar penjaga yang tidak mau ditanyai lebih lanjut dan langsung menutup pintu.
Baca juga:
Daeng Aziz tak sudi Ahok ratakan Kalijodo dengan tanah
Bergaya koboi, Daeng Aziz akui praktik prostitusi Kalijodo
Daeng Aziz soal Ahok mau gusur Kalijodo: Jangan saya dipaksa melawan
Ahok: Daeng Aziz menuntut, kami juga bisa nuntut, makanya baca UU
Pengacara warga Kalijodo: Warga ini bukan hewan bukan binatang
Prostitusi kelas teri digusur Ahok, kelas kakap tak dipermasalahkan
Kemensos beri 3 opsi buat PSK Kalijodo