Curhat ODGJ Pulih Ikut Rayakan HUT ke-80 RI: Dulu Saya Banyak di Rumah, Sekarang Bisa Tertawa Bersama
pemberdayaan bagi ODGJ yang pulih atau yang bisa disebut sobat jiwa dan ODMK (orang dengan masalah kejiwaan) bertujuan membuka peluang kerja.
PT Pertamina Patra Niaga mengajak orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) ikut merayakan semangat kemerdekaan dalam rangka HUT ke-80 RI.
"Semangat kemerdekaan adalah merdeka dari stigma dan diskriminasi. Kami ingin menunjukkan bahwa pulih itu mungkin dan setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua," ujar Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (25/8).
Menurut dia, Fuel Terminal Bandung Pertamina Patra Niaga menginisiasi kegiatan bertajuk 'Pulih Jiwa, Merdeka Raga', yang diikuti 12 ODGJ yang telah pulih bersama warga desa dan pendamping melalui berbagai lomba dari memasukkan pensil ke botol, joget balon, memindahkan terigu, mengupas telur, hingga estafet sarung.
"Dulu saya lebih banyak diam di rumah, tidak punya aktivitas dan seringnya melamun. Sekarang, bisa ikut lomba dan tertawa bersama," ujar Lesmana, salah satu peserta lomba kemerdekaan di Gedung Serbaguna Lentera Jiwa, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Beri Pelatihan dan Buka Peluang Kerja
Roberth menambahkan program pemberdayaan bagi ODGJ yang pulih atau yang bisa disebut sobat jiwa dan ODMK (orang dengan masalah kejiwaan) bertujuan menghilangkan stigma, memberikan pelatihan, dan membuka peluang kerja.
Dampaknya sudah nyata yakni 15 anggota kelompok usaha aktif, pendapatan kelompok hingga Rp 5.000.000 per bulan, 200 pohon tertanam di DAS Citarum, menghasilkan produk usaha camilan makanan dan lilin aromaterapi, serta memanfaatkan 50 kg limbah eceng gondok setiap bulannya untuk menjadi kerajinan tas.
"Pertamina Patra Niaga berharap semangat kemerdekaan dapat dirasakan secara setara oleh semua, tanpa terkecuali, sehingga tercipta masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan saling menguatkan," sebut Roberth.
Dia pun berharap Desa Pangauban terus menjadi contoh desa inklusif di Kabupaten Bandung Barat.