LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Curahan hati orang tua di makam Zoya

Keluarga almarhum Muhammad Aljahra alias Zoya masih berkabung. Duka mendalam terlihat dari raut wajah Asmawi (56) saat menyaksikan jenazah putranya diautopsi. Dia seolah masih tak bisa menerima kenyataan anaknya meninggal dunia dengan cara tragis, dibakar warga.

2017-08-10 07:00:00
Pencuri ampli dibakar
Advertisement

Keluarga almarhum Muhammad Aljahra alias Zoya masih berkabung. Duka mendalam terlihat dari raut wajah Asmawi (56) saat menyaksikan jenazah putranya diautopsi. Dia seolah masih tak bisa menerima kenyataan anaknya meninggal dunia dengan cara tragis, dibakar warga.

"Pedih rasanya, anak digedik (dipukul), meninggal karena dibakar," ujar Asmawi di lokasi autopsi jenazah Zoya, TPU Kedondong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/8).

Asmawi ikut menyaksikan saat tim forensik Mabes Polri membongkar makam Zoya, kemudian melakukan autopsi.

Harapannya tak banyak untuk para pelaku. Dia hanya menginginkan semua pelaku penganiayaan dan pembakaran mendapat hukuman setimpal.

Terpisah kuasa hukum keluarga Abdul Chalim Sobri mengatakan, keluarga mengizinkan jenazah diautopsi karena untuk kepentingan penyidikan kasus penghakiman massa. Awalnya, keluarga keberatan karena harus menggali makam.

"Setelah musyawarah akhirnya disetujui, karena keluarga meminta kasus ini terungkap," kata Chalim.

Kemarin tim forensik Mabes Polri melakukan autopsi jenazah Zoya, pencuri amplifier yang tewas dibakar massa di Kampung Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Tim forensik dari Mabes Polri tiba di pemakaman sekitar pukul 11.00 dengan peralatan lengkap. Sejumlah warga membantu pembongkaran makam Zoya. Tak ada istri almarhum di lokasi tersebut. Proses autopsi ini juga menjadi perhatian warga.

Autopsi dilakukan secara tertutup. Lokasi makam ditutup tenda dan dikelilingi terpal. Proses autopsi sendiri memakan waktu sekitar dua jam sejak pukul 11.00 WIB.

Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi AKP Arif Budiyanto mengatakan, autopsi diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap para tersangka penghakiman massa. Hasil autopsi akan keluar sepekan kemudian.

"Autopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya almarhum MA," kata dia.

Seorang dokter dari tim forensik dr Astri mengatakan, proses autopsi dilakukan di area makam, disaksikan oleh keluarga dan kuasa hukum keluarga. Ia memastikan tidak ada bagian tubuh dari jenazah dibawa.

Hingga kemarin malam, polisi kembali menangkap tiga terduga pelaku pembakaran Zoya. Hingga kini sudah ada lima orang yang diamankan.

"Tiga sudah kita tangkap lagi, jadi total sudah ada lima yang kita tangkap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Baca juga:
ICMI kecam aksi main hakim warga terhadap pencuri amplifier
Polisi tembak penyiram bensin sekaligus pembakar pencuri amplifier
Sebelum dibakar, pencuri amplifier sempat cium kaki marbot musala
Dari seluruh bukti dan saksi, polisi tegaskan Zoya pencuri amplifier
Permintaan terakhir MA, pencuri amplifier sebelum tewas dibakar

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.