Choel berkelit USD 550 ribu dari Deddy bukan komisi proyek
Uang senilai miliar rupiah itu dibungkus dalam plastik.
Direktur Eksekutif Fox Indonesia, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel berkelit uang USD 550 ribu yang dikirim oleh terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan proyek P3SON Hambalang, Deddy Kusdinar, bukan komisi proyek. Dalam persidangan hari ini, dia berdalih tidak pernah meminta komisi 15 persen dari proyek menelan biaya Rp 2,5 triliun itu kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam maupun Deddy.
"Tidak ada klarifikasi, dari mana uang itu, untuk apa uang itu, dan menagih janji untuk apa. Saya memahaminya itu kiriman Pak Wafid. Begitu saya memahaminya," kata Choel berkelit saat bersaksi dalam sidang Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (21/1).
Padahal dalam persidangan terdahulu, Wafid Muharam mengaku menerima miliaran rupiah dari anak buah Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang alias Rosa, sebagai uang pelicin proyek Hambalang. Dari duit itu, Wafid membaginya buat diberikan kepada beberapa pihak. Salah satunya buat Choel yang diantar oleh Deddy dan staf khusus Menpora, R. Fakhruddin, pada 2010. Karena sebelumnya, Choel sempat kesal sebab merasa kakaknya, Andi Alifian Mallarangeng tidak mendapat bagian dalam proyek itu.
Topik pilihan: Anas Ditahan | KPK
Choel mengakui menerima uang yang dibungkus dalam plastik itu dari Deddy. Tetapi dia berdalih awalnya tidak mengetahui plastik itu berisi uang dalam jumlah besar.
"Saya lihat ada bungkusan. Yang itu sudah saya laporkan. Sudah saya akui saat saya diperiksa KPK, sudah saya kembalikan tanpa diminta," ujar Choel.
Namun anehnya, Choel tidak menjawab pertanyaan dari Anggota Majelis Hakim Purwono Edi Santoso apakah dia sempat menggunakan uang diantarkan Deddy. Dia juga tak menjawab kenapa baru mengembalikan uang itu setelah dia diperiksa tiga tahun kemudian.
Baca juga:
4 Anggota DPRD diperiksa KPK untuk kasus Anas
Anas akui dirikan perusahaan bersama Nazaruddin
Korupsi Hambalang, pengakuan Anas atau Nazaruddin yang benar?
Anas: Jarak Hambalang lebih dekat ke Cikeas daripada Duren Sawit
Anas bantah semua tudingan jaksa soal korupsi Hambalang