Cewek gampangan dan matre, stigma 'bule hunter'
"Bule punya penis besar itu salah besar, buktinya penis orang Australia biasa saja," kata Cetta.
Sebutan 'bule hunter' sering memunculkan stigma negatif di masyarakat. Mereka dianggap wanita gampangan yang demi uang rela berkencan dengan pria blonde.
Meski banyak yang demikian, tapi ada juga yang berujung bahagia. Karena itulah di awal perkenalan, kedua belah pihak harus membuat komitmen dan menyepakati ke mana arah hubungan mereka.
"Satu hal yang harus diketahui dan dipahami orang-orang yang menjalin casual sex relationship adalah aturan main. Jangan sampai kita kebablasan dan menghancurkan diri kita sendiri," cerita Elisabeth Oktofani, penulis Buku Hunter: Money, Sex and Love, saat berbincang santai dengan merdeka.com, Senin kemarin.
Sebenarnya, kata Fani, sapaannya, stigma itu muncul tentu karena ada awal mulanya. Dalam buku tersebut, Cetta, wanita 28 tahun yang memiliki suami berkewarganegaraan Skolandia menuturkan, banyak sekali cerita bule hunter yang rela diajak ke ranjang demi impian jalan-jalan ke luar negeri.
Alasan lainnya, mereka ingin meningkatkan kualitas hidup tanpa harus bekerja keras.
"Mereka pikir kebanyakan bule kaya. Ada pula yang mau diajak tidur untuk beberapa lembar uang. Dengan kata lain, mereka sengaja menjual diri pada tuan-tuan londho," curhatnya.
Ada yang demi uang, kata Cetta, ada juga yang karena hasrat bercinta. "Ada pula sekelompok perempuan Indonesia yang mau tidur dengan londho hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka dengan alasan 'they have a big stick and they know how to use it properly'," tambahnya.
Berbicara soal 'stick' pria blonde berukuran besar, dalam bukunya Fani mendapatkan penuturan langsung dari sahabat. "Bule punya penis besar itu salah besar, buktinya penis orang Australia biasa saja. Tapi bule tahu cara membuat perempuan puas. Itu yang saya cari," kata wanita itu pada Fani.
Di luar pandangan miring soal bule hunter yang cuma mengejar harta dan seksualitas, Cetta yakin itu tidak semuanya. Ada juga yang benar-benar karena menganggap su bule pintar, dan mencintai mereka apa adanya. Kalau yang bertemu seperti itu, tak jarang pulang yang sampai ke pelaminan.
"Jadi, enggak semua perempuan yang jalan dengan bule itu ada matre, enggak semua yang tidur dengan bule itu gampangan. Begitu juga sebaliknya, tidak semua pria bule sempurna, baik dari sifat maupun harta. Semua kembali ke individu masing-masing," pungkasnya.
Baca juga:
Kriteria wanita cantik menurut bule tak tergantung payudara
Cerita 'bule hunter' banting harga demi gaet si om blonde pelit
Di mata pria bule, wanita berbokong sekel lebih seksi
Cewek Indonesia merasa keren dapat bule, padahal 'reject-an'
Ini yang disuka wanita lokal saat ngeseks sama bule