Cerita tragis siswi SMK di Palembang diduga dimutilasi pacar
Berikut ini cerita tragis kasus mutilasi menimpa Indah:
Kemarin sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan di semak-semak di belakang venue aquatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (9/10) malam. Saat ditemukan, mayat tersebut sudah membusuk, nyaris tinggal tulang dan terpotong di tiga bagian. Identitas potongan mayat yang ditemukan di belakang Venue Aquatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (9/10) malam, terkuak. Identitas terkuak berdasarkan temuan barang-barang yang dipakai dan pengakuan warga yang mengaku merupakan kerabat korban. Seorang warga datang ke kamar mayat Rumah Sakit Moehammad Husin (RSMH) Palembang, untuk melihat mayat Indah Sari (16) yang ditemukan di belakang Venue Aquatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (9/10) malam. Mayat Indah Sari (16), warga Jalan Maja Pahit 8, RT 1, RW 1, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, yang ditemukan di semak-semak di belakang venue aquatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (9/10) malam, kondisinya memprihatinkan. Setelah identitas potongan mayat siswi SMK Bina Jaya yang ditemukan di belakang venue aquatik dalam kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang terungkap, polisi langsung melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembunuhan siswi SMA tersebut.
Untuk proses penyelidikan, mayat yang diperkirakan berusia sekitar 16 tahun itu dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Moehammad Husein (RSMH) Palembang.
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang AKP Benny Prasetya, mengatakan mayat itu pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan kawasan eks SEA Games 2011 itu saat sedang patroli mencium bau tak sedap dari lokasi.
"Kondisinya sudah membusuk. Kepala korban terpisah dari badannya dan kaki kiri putus dan ditemukan tak jauh dari lokasi," ungkap Benny, Jumat (10/10).
Belakangan terungkap, ternyata mayat itu memang benar siswa SMK bernama Indah Sari (16), warga Jalan Maja Pahit 8, RT 1, RW 1, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Berikut ini cerita tragis kasus mutilasi menimpa Indah:Korban siswi SMK Bina Jaya Palembang
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang AKP Benny Prasetya mengungkapkan, mayat perempuan itu merupakan siswi SMK Bina Jaya Palembang. Ini dibuktikan dari seragam yang dikenakan korban dan terdapat logo sekolah tersebut.
Identitas ini juga diperkuat dari pengakuan seorang warga yang datang ke kamar mayat Rumah Sakit Moehammad Husin (RSMH) Palembang. Warga yang diketahui bernama Isuminiani (50) itu mengaku orangtua korban.
Korban diketahui bernama Indah Sari (16), warga Jalan Maja Pahit 8, RT 1, RW 1, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.Sudah sepekan korban tidak pulang
Warga yang diketahui bernama Isuminiani (50) itu mengaku orangtua korban. Dia memastikan mayat yang ditemukan dalam kondisi terpotong itu adalah anaknya. Dari keterangan Isumini, selama ini Indah Sari memang sekolah di SMK Bina Jaya Palembang masih duduk di kelas I.
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang AKP Benny Prasetya, mengatakan korban tak diketahui keberadaannya sejak Senin (28/9) lalu. Kemudian, pada 6 Oktober 2014, keluarga korban melapor ke polisi atas laporan kehilangan remaja putri.
"Identitasnya sudah jelas. Sekarang tinggal mencari siapa pelaku pembunuhan terhadap korban," terang Benny.Tubuh dimutilasi menjadi tiga bagian
Saat ditemukan, mayat tersebut sudah membusuk, nyaris tinggal tulang dan terpotong di tiga bagian. Untuk proses penyelidikan, mayat itu dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Moehammad Husein (RSMH) Palembang.
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang AKP Benny Prasetya, mengatakan mayat itu pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan kawasan eks SEA Games 2011 itu saat sedang patroli mencium bau tak sedap dari lokasi.
"Kondisinya sudah membusuk. Kepala korban terpisah dari badannya dan kaki kiri putus dan ditemukan tak jauh dari lokasi," ungkap Benny, Jumat (10/10).Diduga pelaku mutilasi pacar korban
Saat ini polisi sudah mengamankan pacar korban berinisial RO. Kapolsek Seberang Ulu I Palembang AKP Benny Prasetyo mengungkapkan, status RO masih sebagai saksi. Statusnya belum meningkat karena masih dalam pemeriksaan.
"Polisi sudah mengamankan pacar korban untuk diperiksa terkait penemuan mayat siswi di Jakabaring," ungkap Benny, Jumat (10/10).
Dikatakan, dari keterangan saksi, RO orang yang terakhir bertemu dengan korban. "Apakah memang terlibat atau tidak tergantung penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.