LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita Tamu Terjebak di Tengah Eksekusi Hotel Sultan

Personel gabungan TNI dan Polri terlihat secara bergantian mengawal tim juru sita dan verifikator memeriksa setiap sudut hotel.

Jumat, 19 Jun 2026 10:00:21
hotel sultan
Cerita Tamu Terjebak di Tengah Eksekusi Hotel Sultan (merdeka.com)
Advertisement

Hotel Sultan rampung dikosongkan pada Kamis (18/6). Tim verifikasi menyisir semua area hotel, membobol kamar, dan memastikan tidak ada ruangan luput untuk diperiksa.

Di tengah proses pemeriksaan tersebut, Lutfhi (39), seorang warga Surabaya kaget saat melihat kamar sudah terbuka. Pria asal Surabaya tersebut bergegas mengecek barang bawaannya. Benar saja, ada beberapa barang seperti baju dan alat mandi hilang entah ke mana.

Luthfi kemudian kembali ke hotel di saat personel gabungan TNI dan Polri berhasil memukul mundur massa pendukung Hotel Sultan saat hendak mengeksekusi pengosongan. Situasi hotel sudah tampak berantakan dan ramai. Bukan hanya di lobi, melainkan di setiap lantai, termasuk kamar Lutfhi.

Personel gabungan TNI dan Polri terlihat secara bergantian mengawal tim juru sita dan verifikator memeriksa setiap sudut hotel.

Advertisement

Tak terbayang oleh Luthfi, perjalanan dinas ke Jakarta justru berujung petaka. Dia menjadi pengunjung terdampak setelah Hotel Sultan diambil negara berdasarkan keputusan pengadilan.

Di lobi hotel berantakan, Lutfhi mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, tidak ada komunikasi jelas antara pihak hotel dan para pengunjung sebelum eksekusi berlangsung. Pihak hotel hanya memberikan info bahwa pelayanan tetap berjalan.

Advertisement

"Masalae wes mbayar, lah kemarin enggak ada pengumuman, enggak ada info. Cuma pukul 21.00 WIB kalau enggak salah (kabar layanan hotel tertap berjalan)," kata Lutfhi, Kamis (18/6).

Pengunjung Hotel Sultan Rifqy/Liputan6.com

Lutfhi mengaku hanya mengetahui bahwa akan ada unjuk rasa di depan hotel tempatnya menginap. Saat hendak ke lokasi kerja pagi hari, Luthfi sempat melihat halaman Hotel Sultan sudah dipagari kawat berduri.

Dia meminta izin kepada pengelola hotel untuk melintas, dan diizinkan.

Pemandangan hotel berantakan tak terlalu pikirkan Luthfi. Apalagi pihak hotel sudah menginformasikan bahwa operasional tetap berjalan. Dengan keyakinan tersebut, Lutfhi tetap bergegas ke lokasi acara usai menyantap sarapan.

Hari menjelang sore, Lutfhi kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum mengikuti agenda terakhir di Jakarta esok harinya. Betapa kagetnya dia ketika melihat kondisi hotel jauh berbeda saat dia pergi tadi pagi.

Suasana hotel jauh lebih berantakan, personel gabungan dimana-mana, hingga kamar yang semula terkunci rapat, sudah dalam dalam keadaan terbuka. Di tengah kebingungan, Lutfhi mengaku sempat berpapasan dengan salah seorang petugas dan menanyakan tujuannya.

Dengan santainya Lutfhi menjawab ingin ke kamar. Pada saat itulah, dia tahu bahwa hotel tersebut sedang dieksekusi.

"Pas pulang saya kan bawa kartu akses dilerik sama bapak polisi itu 'Mau ke mana mas?', 'Ke kamar', 'Lho gak tau tah kalau hotelnya dieksekusi?', 'Lho tadi pagi kan cuma demo katanya' seperti itu," ucap Lutfhi.

Bagi Lutfhi, hilangnya pakaian bukanlah persoalan terbesar, meski nilainya cukup mahal. Yang ia sesalkan adalah minimnya komunikasi pengelola hotel terhadap para tamu yang menginap saat proses tersebut berlangsung.

Menurutnya, kondisi ini sebenarnya bisa diantisipasi lebih awal. Jika pihak hotel memberikan informasi akan ada eksekusi pengosongan. Ia akan mengemas barang dan pergi mencari hotel lain sehingga tidak menjadi korban.

Meski pakaian telah raib, Lutfhi tetap menjalankan tanggungjawabnya. Ia mengembalikan kunci akses ke resepsionis, meski tak ada orang yang menyambutnya.

Meja resepsionis terlihat kosong dan hampa. Sesekali, petugas keamanan berjaga, tapi bukan untuk melayani. Di tengaj situasi yang mulai sepi, Lutfhi bertanya ke beberapa orang di sekitar lokasi. Bahkan, mengira wartawan sebagai information center pengelola Hotel Sultan.

Dengan mengenakan baju batik dan celana pendek, sambil menenteng tas serta membawa barang-barang seadanya, Lutfhi melangkah keluar dari lobi hotel.

Ia berusaha mencari pihak manajemen yang seharusnya dapat dimintai pertanggungjawaban atas situasi yang dialaminya saat ini.

Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Tak satu pun pihak hotel yang berhasil ditemuinya untuk meminta penjelasan. Pada akhirnya, Lutfhi hanya bisa meninggalkan hotel dan mencari tempat menginap lain.

Di tengah perjalanan dinas yang belum usai, ia terpaksa merogoh kocek tambahan untuk membayar penginapan baru. Padahal, ada satu sisa satu malam yang seharusnya masih ia dapatkan.

"Lah kalau ada (informasi eksekusi) ya saya bawa semuanya mbak. Saya gak mungkin balik dan pakaian kayak gini kan, ini sepatunya di sini kayak wong ngungsi gini lho. Ya opo lali mau cari hotel lagi," curhat Luthfi.

Advertisement



Berita Terbaru
  • Cerita Tamu Terjebak di Tengah Eksekusi Hotel Sultan
  • Perkuat Kolaborasi Lintas Media, AMSI Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan dan Cek Fakta Iklim
  • Enam Mahasiswa hingga Driver Ojek Online Ditangkap Polisi, Diduga Hendak Bikin Rusuh Demo di DPRD Jabar
  • Penampakan Dokter Tifa Ujian S3 di Polda Metro Jaya, Diapit Tiga Polwan
  • FOTO: Rizky Febian dan Adrian Khalif Raih Tiga Piala SCTV Music Awards 2026
  • berita update
  • hotel sultan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
R
Reporter Rifqy Alief Abiyya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.