Cerita Puan Maharani Dikerubuti hingga Dicakar Warga saat Blusukan ke Tempat Kumuh
Puan sendiri melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat dan Jawa Tengah selama tiga hari sejak Senin (4/6) hingga Rabu (6/4) hari ini. Dia pun masuk ke sejumlah titik-titik perkampungan di sejumlah kabupaten pada dua provinsi itu.
Ketua DPR Puan Maharani merasa masyarakat tidak menyangka dirinya mau blusukan ke tempat-tempat kumuh. Pasalnya, selama ini masyarakat bawah cuma melihatnya di televisi dengan fisik yang cantik.
Puan sendiri melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat dan Jawa Tengah selama tiga hari sejak Senin (4/6) hingga Rabu (6/4) hari ini. Dia pun masuk ke sejumlah titik-titik perkampungan di sejumlah kabupaten pada dua provinsi itu.
"Daerahnya kumuh tempatnya kumuh beneran dan enggak ada yang nyangka lah saya ini mau blusukan blusukan kaya begitu," ujar Puan di DPC PDIP Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (6/7).
"Karena kan kalau di TV di Jakarta kelihatannya halus banget rapi, cantik putih, gitu kan walah wes kena matahari ampun debunya juga ampun," sambungnya.
Puan Maharani bercerita, saat blusukan ke bawah rakyat berebut melihat dirinya. Ada yang memeluk bahkan hingga mencakar. "Saya sampai ada yang meluk, narik-narik, nyakar-nyakar, mukur-mukul tangan, bayangin kalau ngeliat saya seperti itu pasti enggak nyangka mana mau Mba Puan putih kayak gitu mau kena panas-panas," ujarnya.
Ketua DPP PDIP ini bersyukur kulitnya tetap putih menawan. Dia berseloroh, meski panas-panas terik, ia merasa kulitnya tetap mulus.
"Cuma ya itu alhamdulillah lah Allah memberikan kelebihan biar pun kena matahari dan debu berhari hari enggak bisa kayak Mas Pacul (Bambang Wuryanto) bilang jadi hitam paling merah sedikit terus putih lagi," selorohnya.
(mdk/gil)