Cerita PKL kucing-kucingan dengan Satpol PP di Monas
"Nguber-nguber, Mas, dengan petugas. Dilarang jual di dalam," kata Ahmad, pedagang es krim di lapangan parkir Monas.
H-2 liburan Lebaran, kawasan Monumen Nasional (Monas) terlihat mulai ramai didatangi warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Pesona ikon nasional ini seakan tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan.
Namun demikian, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan tersebut tetap menjadi sorotan. Alasan kebersihan Monas menjadi perhatian utama.
Meski begitu, para PKL yang coba meraup untung di musim liburan ini tetap menjajakan dagangannya. Mereka harus rela kucing-kucingan degan Satpol PP yang menjaga ketat kawasan dari aktivitas PKL.
"Nguber-nguber, Mas, dengan petugas. Dilarang jual di dalam," kata Ahmad (47), seorang pedagang es krim di lapangan parkir Monas, Jumat (8/7).
Ahmad mengaku, berjualan di kawasan Monas hanya pada saat liburan saja. Dia berharap akan ada keuntungan lebih dari para pengunjung selama libur Lebaran ini.
"Biasanya tidak di sini. Hanya karena liburan saja," jelas dia.
Para PKL terlihat banyak berkerumun di pagar Monas di dalam lapangan parkir IRT. Adapun PKL yang menjajakan di dalam taman mensiasatinya dengan cara membawa dagangan seperlunya.
Pengelola Monas hanya menyediakan tempat resmi di sebelah IRT. Pengujung Monas harus keluar dari kawasan untuk dapat membeli cenderamata.
Baca juga:
Ridwan Kamil tak akan berhenti menertibkan PKL bandel
1 Anggota Satpol PP terkena lemparan hingga kepala berdarah
Tak terima ditertibkan, PKL Alun-alun Bandung lempari pos Satpol PP
Aksi Satpol PP angkut gerobak PKL yang tempati pedestrian di Karet
Sri Sultan tertibkan warga di pesisir pantai selatan
'Ikan tongkol juga belum saya kasih sambel, semuanya sudah diangkut'