Cerita Menteri Marwan geram ke maskapai Garuda karena delay 2 jam
Garuda Indonesia diminta harus melakukan perbaikan.
Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar baru-baru ini mengkritik maskapai Garuda Indonesia. Dia mengaku sebal karena kunjungannya ke Jogjakarta harus tertunda selama dua jam.
"Soal Garuda, yang kita kritik itu delaynya. Tapi sudah saya maafkan. Intinya saya sebagai penumpang boleh dong saya komplain, sebagai penumpang kan boleh mengkritik," kata Marwan di Jakarta, Kamis (25/2).
Dia berharap ke depannya pihak Garuda Indonesia harus melakukan perbaikan. Apalagi perusahaan penerbangan ini merupakan milik negara.
"Intinya ke depan harus ada perbaikan di pihak manajemen. Karena Garuda ini kan sudah milik publik. Go public, banyak sahamnya itu bukan punya negara. Garuda sudah murni milik publik bukan milik negara," tegasnya.
Kritiknya terhadap Garuda bukan tanpa alasan. Ia bercerita, saat itu kunjungannya ke Yogyakarta tertunda selama dua jam. Seharusnya dia mengisi sebuah seminar pada pukul 11.00 WIB. Namun, karena delay selama dua jam, membuat jadwalnya berantakan. Tak hanya itu, masih di hari yang sama, saat kembali ke Jakarta, dia mengalami delay kembali selama 90 menit.
"Saya sebagai pengguna boleh dong mengkritik. Sebagai pengguna saya berhak mengkritik. Saya saja sering dikritik enggak pernah marah," tandasnya.
Baca juga:
Menteri Marwan marah kena delay, ini jawaban bos Garuda Indonesia
Menteri Desa ketinggalan pesawat, Garuda menolak disalahkan
Seskab sindir Marwan: Hari gini pejabat minta dilayani berlebihan
Keluarkan buku 'Kebangkitan Desa', Menteri Marwan mimpi desa mandiri
'Investasi Rp 5 triliun batal karena anak emaskan Garuda Indonesia'