Seskab sindir Marwan: Hari gini pejabat minta dilayani berlebihan
Merdeka.com - Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengungkapkan emosinya gara-gara delay, dia sampai terlambat menghadiri sebuah acara di Yogyakarta. Di hadapan warga, politikus PKB ini menuding direksi Garuda Indonesia tak becus bekerja dan layak diganti.
Rupanya, tak semua orang setuju atas sikap Marwan tersebut. Salah satunya Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sembari menyindir, dia merasa pejabat Indonesia sudah tak zamannya lagi untuk meminta pelayanan istimewa.
"Hari gini kok masih ada pejabat yang minta dilayani berlebihan, sudah enggak zamannya. Kalau terlambat ya ditinggal saja #Garudaku," kicau Pramono lewat akun Twitternya, Kamis (25/2).
Tak hanya Pramono, sindiran-sindiran juga diberikan sejumlah netizen terhadap Marwan. Salah satunya akun @ichong109, dia menuding Marwan meminta hak istimewa.
"Waw pak Menteri @marwan_jafar menuntut hak istimewa," tulisnya.
Tanpa menunggu lama, Marwan langsung menjawab komentar tersebut.
"Saya tidak pernah menuntut hak istimewa," tulis Marwan dalam akun Twitternya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya