Cerita 2 turis China rela datang ke Indonesia demi melihat GMT
Keduanya pertama kali ke Indonesia.
Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) disambut antusias oleh warga baik lokal mau pun asing. Tak terkecuali bagi 2 turis China, Chen dan Ma.
Untuk menyaksikan perstiwa langka itu, keduanya rela jauh-jauh datang ke Indonesia. Mereka tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (8/3) malam setelah mengikuti penerbangan terakhir Garuda Indonesia, dari Jakarta. Keduanya nyaris ketinggalan momen tersebut karena tiba malam hari.
Chen sendiri adalah fotografer profesional dari Shanghai. Dan Ma merupakan pembawa acara televisi di Shanghai yang pertama kalinya ke Indonesia. Mereka tertarik melakukan pengamatan langsung GMT di Indonesia. Awalnya, mereka berencana ke Palu. Namun, mereka terlambat lantaran tidak kebagian tiket penerbangan.
"Saya dari Shanghai ke Hongkong dan kemudian terbang ke Jakarta. Sampai di Balikpapan, setelah tahu dari internet," kata Ma saat berbincang dengan merdeka.com, di Balikpapan Rabu (9/3) siang.
Ma mengaku buta tentang Indonesia, khususnya Balikpapan. Dia sempat kebingungan mencari tempat menginap.
"Saya tidak tahu Balikpapan. Bagaimana booking hotel, dan dimana tempatnya. Semua terburu-buru," ungkap Ma.
Ma sendiri mengapresiasi pemerintah Indonesia khususnya pemkot Balikpapan, yang telah mempersiapkan segala sesuatu mengabadikan momen GMT.
"Kami beruntung, bisa lihat gerhana matahari total. Luar biasa. Beruntung lagi, kami berfoto bersama Wali Kota Balikpapan (Rizal Effendi). Pemerintah Indonesia luar biasa benar-benar persiapkan semuanya," ungkap Ma.
"Kami tidak menyangka, sambutan masyarakat Indonesia luar biasa menonton gerhana total. Benar-benar luar biasa. Ya, kami sangat beruntung," tambah Ma.
Sementara Chen, mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya sejak 1 tahun lalu untuk mengabadikan peristiwa GMT, yang memang hanya terjadi ratusan tahun sekali.
"Foto-foto ini untuk kompetisi lomba foto. Luar biasa," sebut Chen.
"Kalau saya, foto gerhana matahari total ini untuk hiburan juga untuk seni foto," timpal Ma.
Chen dan Ma begitu beruntung lantaran di Balikpapan dia didampingi Dona, warga Jakarta, yang kebetulan berada satu pesawat dengan mereka. Dalam kesempatan itu, Dona pun berpromosi tentang Indonesia kepada Chen dan Ma, agar menceritakannya nanti setelah tiba pulang ke Shanghai.
"Saya sampaikan kepada mereka Indonesia itu indah, dengan semua ragam budaya adat dan tradisionalnya. Rencananya, hari ini mereka, Chen dan Ma, akan ke lokasi wisata lain di Balikpapan. Hari ini benar-benar beruntung buat saya, Chen dan Ma," demikian Dona.
Di kawasan pantai Kilang Mandiri, di Jalan Sudirman Balikpapan tidak hanya turis China, melainkan juga ada turis Belgia, Prancis hingga Turki. Mereka umumnya berkunjung ke Balikpapan untuk mengabadikan momen GMT.
Baca juga:
Ibu hamil di Kendal gelar ritual saat gerhana matahari terjadi
Sebelum gelap gulita, ini fase gerhana matahari total di Palembang
Indahnya penampakan Gerhana Matahari Total di langit Ternate
'Gemetar saya lihat gerhana matahari'
Belitung menebus dosa gerhana rezim Orba
Momen gerhana matahari jadi saksi pria ini melamar kekasihnya
Usai salat, warga Semarang langsung antusias lihat gerhana