LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cek perangkap kepiting, Junaedi hilang di rawa habitat buaya

Belakangan, perahu motor milik korban dengan kondisi mesin menyala, terlihat tanpa korban dan menabrak pantai, di sekitar perusahaan yang bergerak di bidang minyak sawit

2018-03-19 00:04:00
Orang Hilang
Advertisement

Junaedi (28), nelayan warga Kelurahan Pantai Lango, kecamatan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (18/3) pagi dilaporkan hilang di perairan Sungai Tempadung, Balikpapan, yang masuk habitat buaya. Tim SAR gabungan terus mencari keberadaannya dengan ekstra hati-hati.

Sebelumnya, minggu pagi sekitar pukul 06.00 WITA, Junaedi pamit pergi mengecek rakang, atau dalam bahasa warga setempat adalah perangkap kepiting, yang sebelumnya dipasang Junaedi.

"Jadi rakang itu, dipasang oleh korban sejak Sabtu (17/3) kemarin," kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (18/3).

Advertisement

Belakangan, perahu motor milik korban dengan kondisi mesin menyala, terlihat tanpa korban dan menabrak pantai, di sekitar perusahaan yang bergerak di bidang minyak sawit. "Saksi pekerja perusahaan setempat menyebutkan, perahu itu tanpa pengemudinya," ujar Octavianto.

Saksi pekerja perusahaan lantas bergegas memberitahukan warga sekitar, di kelurahan Pantai Lango, mengabarkan adanya perahu motor tanpa pengemudi menabrak pantai dalam kondisi mesin menyala.

"Sejak kabar itu diterima warga Lango sekitar jam 8.30 pagi tadi, warga beramai-ramai mencari menggunakan kapal dan speedboat," ujar Octavianto.

Advertisement

Dugaan sementara, korban Junaedi terjatuh dari kapalnya. Kendati demikian, menurut Octavianto, tim SAR mesti berhati-hati melakukan pencarian korban. Mengingat, kawasan Sungai Tempadung, diduga masuk kawasan habitat buaya buas.

"Kami harus ekstra hati-hati. Terkadang terlihat Pak. (terlihat buaya di lokasi pencarian sekarang ini). Tapi, untuk catatan resmi ada tidaknya korban diserang buaya, kami belum punya datanya," demikian Octavianto.

Salah satu kapal khusus Basarnas berupa RIB (Rigit Inflatable Boat) 12 meter diterjunkan mencari korban, bersama dengan unsur SAR lain baik dari TNI AL, Polres PPU, BPBD PPU. Termasuk, relawan kebencanaan dan juga masyarakat.

Baca juga:
Empat hari menghilang, Parsi ditemukan tewas di semak-semak hutan jati
Operator buldoser ditemukan di hutan Kalimantan usai hilang dua hari
Tak diizinkan nikahi wanita muda, kakek 85 tahun kabur dari rumah
Naik kapal penyeberangan Sungai Mahakam, pemuda Samarinda hilang misterius
Warsito yang hilang di lereng Gunung Merapi ditemukan usai doa bersama digelar

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.