Cek Fakta, Benarkah Super Flu Virus Lebih Berbahaya dari Covid-19?
Beredar kabar bahwa super flu virus lebih berbahaya dari virus Covid-19. Benarkah demikian?
Beredar kabar yang menyebut bahwa super flu virus lebih berbahaya daripada Covid-19. Seperti diketahui, ribuan nyawa melayang saat wabah virus Covid-19 melanda Indonesia.
Informasi ini diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 2 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut terdapat video yang menunjukkan tulisan yang berbunyi, "baru 2026. "super flu" sudah masuk Indonesia lebih parah dari covid-19". Klaim ini menyebutkan bahwa super flu memiliki tingkat keganasan yang lebih tinggi dibandingkan Covid-19.
Dalam video tersebut, para ahli menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta. Hal ini karena influenza umumnya lebih berisiko bagi kelompok-kelompok tersebut. Istilah "super flu" muncul karena gejalanya dapat terasa lebih berat dibandingkan flu biasa.
Meskipun demikian, langkah pencegahan yang disarankan tetap sama, yaitu vaksinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, dan menjaga daya tahan tubuh. Pemerintah dan tenaga medis juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Keterangan pada unggahan video tersebut berbunyi, "Flu baru lebih parah dari covid-19 #fyp #fypreels #fypviral #fypfbpro #fbprofesional #masukberandafyp #rumahtangga #kb #hamil #kisahinspiratif #kesehatan".
Apakah klaim bahwa super flu lebih parah dari Covid-19 ini benar? Mari kita simak penelusuran yang dilakukan oleh Cek Fakta Liputan6.com untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai isu ini.
Penelusuran
Cek Fakta Liputan6.com telah melakukan penelusuran terkait klaim bahwa super flu lebih berbahaya dibandingkan dengan Covid-19. Penelusuran tersebut mengarah pada artikel yang berjudul "Menkes Budi Pastikan Super Flu H3N2 Bukan Virus Mematikan seperti COVID-19", yang dipublikasikan oleh Liputan6.com pada hari Sabtu, 3 Januari 2025. Dalam artikel tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai super flu, bukanlah virus baru dan tidak memiliki sifat mematikan seperti Covid-19 atau tuberkulosis (TBC).
Budi menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa panik secara berlebihan, meskipun tetap harus waspada dan menjaga kesehatan. Ia menjelaskan bahwa virus influenza H3N2 telah beredar sejak lama dan memiliki karakteristik yang mirip dengan flu musiman pada umumnya.
Penyakit ini dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali, terutama ketika sistem kekebalan tubuh dalam kondisi menurun. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak terjebak dalam ketakutan yang tidak berdasar.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan dari Liputan6.com menunjukkan bahwa klaim mengenai super flu yang lebih berbahaya dibandingkan dengan Covid-19 adalah tidak benar. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K, yang sering disebut sebagai super flu, bukanlah virus baru dan tidak memiliki tingkat kematian yang sama seperti COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2282234/original/020397100_1531801478-WhatsApp_Image_2018-07-16_at_11.16.20.jpeg)