Cegah Pungli, Aplikasi Nyari Gawe Jabar Diproyeksi Tingkatkan Lowongan Kerja 25 Persen hingga 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat luncurkan Aplikasi Nyari Gawe, platform digital yang diharapkan mampu mempercepat akses kerja, hapus pungli, dan tingkatkan lowongan hingga 25%.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) secara resmi meluncurkan aplikasi pencarian kerja digital bernama Nyari Gawe. Peluncuran ini dilaksanakan di PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu, pada tanggal 7 Oktober, dengan tujuan utama mempercepat akses masyarakat terhadap lapangan kerja yang tersedia.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan platform ini sebagai solusi digital inovatif. Aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan industri secara langsung, efisien, serta meningkatkan transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja lokal.
Sistem kerja aplikasi ini diharapkan mampu menghilangkan praktik percaloan dan pungutan liar yang sering merugikan pencari kerja. Masyarakat cukup mendaftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja, kemudian tim Human Resource Development (HRD) perusahaan akan memanggil langsung untuk proses seleksi.
Solusi Digital untuk Ketenagakerjaan Transparan
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Aplikasi Nyari Gawe memberikan kemudahan signifikan bagi masyarakat. "Cukup daftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja, nanti Human Resource Development (HRD) perusahaan yang akan memanggil. Tidak perlu melamar satu per satu. Ini memudahkan masyarakat," kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya.
Aplikasi Nyari Gawe menjadi bagian dari upaya konkret Pemprov Jabar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berpihak pada masyarakat. Inisiatif ini sangat relevan, terutama di daerah industri padat karya seperti Indramayu, yang membutuhkan sistem rekrutmen yang lebih terstruktur.
Pemerintah daerah akan berperan aktif dalam mengirimkan data pencari kerja kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Dengan demikian, proses seleksi dapat langsung dilakukan oleh perusahaan tanpa melalui perantara, sehingga meminimalisir potensi penyimpangan dan pungutan liar.
Proyeksi Peningkatan Lowongan dan Dukungan Daerah
Pada acara peluncuran Aplikasi Nyari Gawe, sebanyak 16 perusahaan hadir secara langsung dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 530 orang. Selain itu, 17 perusahaan lainnya turut bergabung secara daring, dengan proyeksi total 11.500 lowongan pekerjaan yang akan tersedia hingga akhir tahun 2025.
Dengan adanya peluncuran aplikasi ini, Pemprov Jabar memproyeksikan peningkatan signifikan pada jumlah lowongan kerja. Diperkirakan akan terjadi peningkatan hingga 25 persen pada tahun 2026, yang setara dengan penambahan 14.375 formasi pekerjaan baru bagi warga Jawa Barat.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut baik kehadiran Aplikasi Nyari Gawe, yang menurutnya sangat efektif dalam mengurangi praktik pungutan liar. Ia juga menyoroti perbaikan proses rekrutmen yang selama ini kerap menimbulkan kerumunan dan insiden yang tidak diinginkan.
"Selama ini ada warga yang harus bayar dua sampai dua setengah juta rupiah untuk bisa kerja di pabrik. Bahkan, ada yang sampai pingsan saat antre. Ini semua tidak boleh terjadi lagi," tegas Lucky. Pemerintah Kabupaten Indramayu mengimbau agar proses penerimaan kerja dilakukan tanpa pungutan, dan Aplikasi Nyari Gawe menjadi solusi tepat untuk mencegah penyimpangan tersebut.
Akses Mudah dan Ketersediaan Aplikasi
Aplikasi Nyari Gawe dirancang untuk dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas. Saat ini, platform tersebut dapat diakses melalui pranala s.id/appNyariGawe, memberikan kemudahan bagi pencari kerja untuk segera memanfaatkan fitur-fiturnya.
Dalam waktu dekat, Aplikasi Nyari Gawe juga akan tersedia di Play Store. Ketersediaan di toko aplikasi populer ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan mempermudah unduhan bagi lebih banyak pengguna, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam mencari pekerjaan.
Sumber: AntaraNews