Cegah Perburuan Harta Karun, Sungai Musi Diusulkan Jadi Cagar Budaya
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Palembang Retno Purwanti mengungkapkan, usulan tersebut terlebih dahulu dilakukan pengkajian baik untuk mengetahui nilai penting Sungai Musi dan penentuan titik yang bakal masuk dalam kawasan cagar budaya.
Sungai Musi Palembang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya. Hal ini untuk mencegah meluasnya aktivitas perburuan harta karun oleh penyelam.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Palembang Retno Purwanti mengungkapkan, usulan tersebut terlebih dahulu dilakukan pengkajian baik untuk mengetahui nilai penting Sungai Musi dan penentuan titik yang bakal masuk dalam kawasan cagar budaya.
Sebab, cagar budaya tak sembarang ditetapkan. Tetapi harus memenuhi syarat seperti sejarah, budaya, agama, pendidikan, dan lainnya.
"Kami akan kaji lebih dalam untuk mengusulkan Sungai Musi menjadi cagar budaya," ungkap Retno, Rabu (3/11).
Menurut dia, penetapan status itu bertujuan untuk menjaga kelestarian Sungai Musi, seperti praktik perburuan harta karun oleh para penyelam. Hanya saja, proses kajian hingga penetapan cagar budaya memakan waktu lama dan bertahun-tahun.
Seraya proses berlangsung, diperlukan kesadaran masyarakat terlebih pemerintah setempat untuk menjaga Sungai Musi dan apa pun di dalamnya. Pemerintah harus hadir sebagai penengah dan pembuat solusi agar tidak ada pihak yang dirugikan.
"Jika masyarakat menemukan benda asing atau disinyalir bersejarah jangan dijual, tapi segera dilaporkan untuk dicatat, dan pemerintah bisa membayar kompensasi sesuai harga. Itu bisa mencegah oknum-oknum tertentu untuk menjualnya secara bebas," ujarnya.
Kepala Seksi Permuseuman dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Palembang Nyimas Ulfa mengatakan, pihaknya perlu mempertimbangkan pengajuan Sungai Musi sebagai cagar budaya karena banyak faktor, utamanya menjadi jalur transportasi bagi masyarakat yang tinggal di perairan. Diperlukan zonasi yang jelas sehingga tidak mengganggu aktivitas di sekitar.
"Sekarang belum ada bagian di Sungai Musi yang jadi cagar budaya, memang harus dipertimbangkan betul-betul karena tidak mungkin sepanjang Sungai Musi jadi cagar budaya," kata dia.
Baca juga:
Fosil Hasil Temuan di Waduk Saguling Hilang, Warga Kompak Jaga Tulang yang Tersisa
Mengenal Rumah Adat Joglo, Ketahui Filosofi hingga Karakteristiknya
Melestarikan Budaya Kediri Lewat Cerita Galuh dan Panji
Ditemukan Keramik dan Tulang Manusia di Alun-Alun Kasepuhan Cirebon, Ini 4 Faktanya
Kaya Akan Motif, Intip Pesona Tenun Sipirok Khas Tapanuli Selatan
AS Kembalikan Tiga Benda Cagar Budaya Indonesia Hasil Perdagangan Ilegal