Cegah penyiraman Novel terulang, Polri minta ada Perda terkait CCTV
Cegah penyiraman Novel terulang, Polri minta ada Perda terkait CCTV. Salah satu kesulitan polisi mengungkap kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan adalah minimnya informasi dari CCTV.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan arahan agar kepolisian intensif melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat. Arahan itu untuk membentuk peraturan daerah yang mewajibkan adanya CCTV di fasilitas publik, jalan-jalan umum, pengelola gedung dan objek vital.
"Itu yang sudah diarahkan bapak Kapolri agar menjadi peraturan daerah. Karena peraturan daerah bisa berdampak akan ketaatan warga, ketaatan dari pengelola daerah-daerah sentra ekonomi, objek vital, dan pengelola gedung untuk melengkapi CCTV," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/4).
Dengan peraturan daerah itu, mantan Kapolda Banten ini menyebut bukan tidak mungkin setiap jalan-jalan hingga pemukiman dipasang CCTV. Menurutnya, hal ini akan sangat membantu pemeliharaan keamanan dan pengumpulan fakta-fakta hukum terkait tindak pidana.
"Bahkan jalan-jalan pemungkiman suatu saat bukan tidak mungkin akan dicover CCTV di seluruh pelosok negeri," ujar dia.
Dia mengatakan, bila sudah ada kewajiban dari Perda, maka CCTV akan terkoneksi dengan command centre di kepolisian. Dikatakan Boy, aturan ini sudah merealisasikan aturan CCTV tersebut.
"Beberapa polres di daerah sudah merealisasikan CCTV terkoneksi ini. Seperti di Malang, Makasar, Batam dan Pontianak. Sekarang baru ditumbuh-kankembangkan di kesatuan kewilayahan," ucap dia.
Diketahui, salah satu kesulitan polisi mengungkap kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan adalah minimnya informasi dari CCTV. Selain itu, gambar yang kurang jelas dari CCTV juga menjadi salah satu faktor polisi kesulitan mengungkap kasus Novel.
Baca juga:
Polri masih matangkan informasi soal penyiraman Novel Baswedan
Polisi kantongi identitas dua orang sering mondar mandir rumah Novel
KPK tegaskan MoU dengan Polri dan Kejaksaan bukan saling melindungi
Polri pastikan situasi Jakarta kondusif pascapencoblosan pilkada
Mabes Polri minta Kapolda Papua contoh AHY saat maju di Pilgub
MoU dengan KPK-Kejagung dikritik, Polri sebut 'Itu dugaan DPR saja'
Kapolri beri tiket sekolah perwira & pin emas ke Aiptu Sunaryanto