Cegah penyimpangan dana bansos, Kemensos kaji penggunaan teknologi face recognition
Agus mengaku menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam ditemukan dalam penyaluran rastra, BPNT dan PKH.
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan akan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencegah penyimpangan penyaluran dana bantuan dana sosial. Saat ini, Kemensos tengah mengkaji penggunaan teknologi biometrik berupa face recognition dalam proses penyaluran bansos.
Keinginan itu disampaikan saat menghadiri acara Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Wilayah II Tahun 2018 di The Rich Jogja Hotel, Rabu (7/11).
Agus mengaku menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam ditemukan dalam penyaluran rastra, BPNT dan PKH. Untuk itu, dia berharap penggunaan teknologi itu bisa mengantisipasi penyalahgunaan penyaluran dana bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Evaluasi di lapangan ada kendala-kendala penyaluran rastra (beras sejahtera), BPNT (bantuan pangan non tunai), PKH (program keluarga harapan) yang membuat tidak maksimalnya manfaat yang sampai kepada KPM (keluarga penerima manfaat)," ujar Agus.
Agus yang berafiliasi dengan Kemenko PMK ini menjelaskan, nantinya teknologi face recognition ini akan menggantikan teknologi pin number yang selama ini masih dipakai oleh Kemensos.
"Sedang kita kaji terobosan inovasi teknologi biometrik, pakai face recognition. Jadi nanti ketika KPM membelanjakan dana bansos, pakai teknologi face recognition, tidak lagi masukkan pin number. Kami percaya ini mampu meminimalkan sebut saja hal-hal yang tidak kita inginkan di lapangan," tutup Agus.
Baca juga:
Kemsos: Bansos sangat berperan turunkan angka kemiskinan
Korupsi bansos, Ketua DPRD Jember divonis 2 tahun dan hak politik dicabut 1 tahun
Jokowi dikritik iklan bioskop, PDIP ungkit pembagian bansos era SBY
KPK ingatkan Agus Gumiwang kawal dana bansos di Kemensos