LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cegah Klaster Keluarga, Pemkab Garut Bentuk Satgas Tingkat RW

Pembentukan satgas di tingkat RW untuk penguatan di tingkat keluarga dalam hal penerapan protokol kesehatan. Harapannya, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap instruksi pemerintah tetap dipertahankan.

2020-11-20 03:02:00
Covid-19
Advertisement

Klaster keluarga menjadi salah satu menyumbang terbanyak pasien Covid-19. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membentuk Satgas pencegahan di tingkat RW (rukun warga).

Bupati Garut, Rudy Gunawan, pasien dari klaster keluarga belakangan meningkat.

"Klaster keluarga saat ini jadi perhatian serius kita. Kita membentuk tim khusus untuk menekan klaster keluarga di tingkat RW yang akan akan bertindak melakukan upaya preventif agar klaster keluarga bisa diminimalisasi," kata Rudy, Kamis (19/11).

Advertisement

Pembentukan satgas di tingkat RW, diakuinya untuk penguatan di tingkat keluarga dalam hal penerapan protokol kesehatan. Harapannya, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap instruksi pemerintah tetap dipertahankan.

"Tingkat kesadaran masyarakat dalam pencegahan Covid-19 ini dinilai masih belum maksimal. Harus ada pemahaman. Kalau pemahaman itu tidak ada ya susah," katanya.

Rudy menambahkan, pihaknya sudah menginstruksikan para camat di seluruh wilayah Kabupaten Garut agar menindak tegas semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang.

Advertisement

"Kita melakukan tindakan yang lebih tegas lagi, terutama penegakannya. Di kecamatan-kecamatan tidak boleh ada kegiatan yang mengerumunkan orang," ungkapnya.

Selain itu, dijelaskan Rudy, pihaknya akan menerjunkan secara aktif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memantau kegiatan pesta pernikahan. Walau pihaknya membolehkan digelarnya pesta pernikahan, dalam pelaksanaannya tidak boleh membuat kerumunan.

"Jadi nanti yang menikah harus membuat pernyataan (tidak akan membuat kerumunan). Jadi harus ada pengaturan. Bisa memberlakukan sistem shift, jadi undangan diatur jam kedatangannya. Pokoknya dijaga, jangan ada kerumunan. TNI, Polri dan Satpol PP akan jaga. Satpol PP dulu," jelasnya.

Baca juga:
Satgas Sayangkan Tes Covid-19 di Lab Menurun saat Hari Libur
1 Pegawai Terpapar Covid-19, Pengadilan Negeri Kota Kediri Ditutup 3 Hari
5 Warga Megamendung Reaktif Covid-19 Usai Acara FPI Dihadiri Rizieq Syihab
Satgas Minta Pemda Koordinasi dengan Pusat jika Ada Kendala Pelayanan Kesehatan
Tips Berbagi Informasi Terkait Covid-19 Agar Terhindar dari Hoaks

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.