LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cegah Klaster Covid-19, Ridwan Kamil Minta Kegiatan Ziarah & Senam Bersama Dikurangi

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat tetap menahan diri dengan potensi kerumunan meski program vaksinasi sudah berjalan. Pasalnya, sudah ada klaster baru Covid-19 di sejumlah daerah.

2021-03-08 17:24:56
Covid-19
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat tetap menahan diri dengan potensi kerumunan meski program vaksinasi sudah berjalan. Pasalnya, sudah ada klaster baru Covid-19 di sejumlah daerah.

Pernyataan ini disampaikan saat dirinya menanggapi kasus 39 warga di satu Kampung Pangkalan RW 10 Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat terkonfirmasi positif Covid-19. Aparat desa memutuskan untuk membatasi akses masuk dan keluar di wilayah tersebut.

Kasus ini berawal diduga setelah beberapa warganya ikut berziarah ke Kabupaten Tasikmalaya. 15 orang di antaranya bergejala dan dua dirawat di RS Mitra Kasih dengan gejala sedang.

Advertisement

"Saya titip ke pemerintah daerah dan forkopimda khususnya kepolisian yang namanya Covid-19 ini selalu berada di kerumunan, nah kerumunan ini tidak pilih-pilih mau ziarah kubur, mau senam sehat," kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (8/3).

"Warga jabar seiring dengan keberhasilan PPKM dan seiring dengan kita sedang kerja keras vaksinasi, tolong kami dihormati dengan cara tidak melakukan kegiatan berkerumun, kasus senam beramai-ramai tanpa masker karena olahraga kan itu harus ditunda dulu. Boleh senamnya, tapi jaraknya jauh-jauh sekali atau tidak berkelompok. Tahan juga ziarahnya selama bisa diatur jumlahnya sedikit," ucap dia.

Menurut dia, saat ini penerapan PPKM sudah berjalan dengan baik. Tingkat kematian masih berada di angka 1,1 persen. Sektor ekonomi pun ikut membaik.

Advertisement

Disinggung mengenai pola pembelajaran di pesantren, ia mengingatkan setiap yang masuk ke kawasan pesantren harus terus melakukan swab antigen untuk mengetahui kondisi tahap awal.

"Swab antigen untuk pertahanan pertama, jika ternyata reaktifnya menjadi gejala maka seluruh pesantrennya prosedurnya akan kita lakukan swab PCR, saya kira ini menjadi warning," pungkasnya.

Baca juga:
INFOGRAFIS: Penyebab Seseorang Ditunda atau Gagal Dapat Vaksinasi Covid-19
Kasus Aktif Covid-19 Berkurang 2.112 Hari Ini
Dinkes DKI: Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 40% dan ICU 36%
Satgas Covid-19: Pesan Berantai Bahaya Vaksin terhadap Respons Imun, Hoaks
BPPT Fokus Kemandirian Bahan Baku Obat dan Alkes untuk Penanganan Covid-19

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.