Cegah kasus Deudeuh terulang, indekos di Bandarlampung bakal dirazia
Seluruh rumah kos akan didatangi dan didata petugas.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandarlampung akan menggelar razia terhadap sejumlah indekos yang menjamur di kota tersebut. Razia ini dilakukan agar fungsinya tidak berubah menjadi tempat prostitusi.
Tindakan ini dilakukan akibat maraknya tempat protitusi di kos-kosan yang hingga berujung kematian seperti kasus Deudeuh. Seluruh rumah kos akan didatangi dan didata petugas.
"Kami mulai menggelar razia terhadap seluruh tempat kost pada pekan ini, baik yang disewa secara bulanan maupun yang mingguan," kata Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Bandarlampung, Cik Raden di Bandarlampung, Senin (27/4), seperti dilansir Antara.
Meski demikian, razia ini sempat terhambat akibat telatnya pihak kecamatan menyerahkan data rumah kos di wilayahnya masing-masing, baik itu kos harian maupun bulanan. Sehingga masih banyak tempat kos yang belum terdata oleh pihak Satpol PP.
Sebelum razia digelar, Raden meminta pemilik rumah kos untuk melapor ke Kecamatan ataupun Kelurahan. Setelah itu, Satpol PP akan melakukan pemeriksaan sekaligus penertiban.
"Kami menunggu datanya lengkap, karena hingga saat ini baru dua kecamatan yang sudah menyerahkan data rumah kosnya," kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Herman HN minta Pol PP terus menggelar razia. "Harus terus dirazia biar Kota Bandarlampung aman dan nyaman, terbebas dari miras dan rumah kos mesum, dan yang perlu diwaspadai bisa menjadi tempat transaksi narkoba," jelas nya.
Saat ini Satpol PP sudah banyak melakukan razia-razia ke warung-warung dan sudah mengamankan miras-miras. "Kalau razia miras jalan terus, sudah banyak miras yang kita amankan dari warung-warung," tutupnya.
Baca juga:
Ahok yakin apartemen khusus PSK solusi untuk berantas prostitusi
Ini alasan Ahok ingin bangun apartemen khusus untuk prostitusi
Ahok akan bikin apartemen isinya khusus PSK
Di Tebet ada kos mewah bak hotel bintang 5, sewa 8 juta per bulan
Prostitusi PSK waria, bukan isapan jempol belaka