Cegah gagal panen, petani harus diberi tahu masa tanam cabai
Cegah gagal panen, petani harus diberi tahu masa tanam cabai. Ketua Komisi B DPRD DKI, Tubagus Arif, menyatakan, musim hujan yang tak menentu menyulitkan para petani untuk mengetahui waktu yang cocok untuk masa tanam." Sekarang iklim sudah bisa dibaca lewat teknologi, informasikan ke petani kita agar tak gagal panen."
Cuaca buruk menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga cabai. Di beberapa daerah, banyak petani yang gagal panen sehingga menimbulkan kelangkaan cabai di pasaran dan harga menjadi tinggi.
Sebagai solusi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta dinas terkait mensosialisasikan masa tanam cabai kepada petani di daerah. Ketua Komisi B DPRD DKI, Tubagus Arif, menyatakan, musim hujan yang tidak menentu menyulitkan para petani untuk mengetahui waktu yang cocok untuk masa tanam.
"Sekarang iklim sudah bisa dibaca lewat teknologi, informasikan ke petani kita agar menghindari gagal panen," kata Tubagus Arif, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/1).
Selain itu, Tubagus juga mengimbau agar pemerintah tak selalu andalkan petani untuk mencukupi kebutuhan cabai.
"Jadi bukan hanya andalkan petani, pemerintah harus ciptakan solusinya. Karena kalau gagal panen karena cuaca merugikan petani juga," ujarnya.
Saat ini, ada program penanaman cabai di masyarakat berupa pemberian bibit untuk ditanam di rumah masing-masing. Hal ini merupakan salah satu langkah yang baik.
"Jadi harus ada pendampingan berkesinambungan dari pemerintah. Agar program yang ada tidak hanya terkesan asal jadi," tandasnya.
Baca juga:
Di Malang beli rujak dibatasi 3 cabai, mau pedas bawa cabai sendiri
Pedagang mengeluh cabai rawit milik PT PPI kurus-kurus
KPPU temukan penyebab harga cabai tembus Rp 100.000 per Kg
Pantau harga cabai, KPPU, BI dan Pemkot Makassar blusukan ke pasar
Siswa SD dan SMP Purwakarta wajib tanam cabai di sekolah dan rumah
Mendag Enggartiasto: Tak perlu ada badan khusus tangani cabai
Bulog gelar operasi pasar, jual cabai Rp 60.000 per kg