LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Capim Nawawi Pomolango Ingin KPK Fokus Pencegahan Bukan Penindakan

Dia mengaku ingin menjadi pimpinan yang membuat KPK menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana diamanatkan undang-undang. Lantas dia menilai kinerja KPK selama ini hasilnya masih biasa-biasa saja.

2019-09-11 12:19:28
Capim KPK
Advertisement

Calon Pimpinan KPK Nawawi Pomolango menilai kinerja KPK selama 17 tahun berdiri tidak ada yang menonjol. Hal itu menjawab pertanyaan anggota fraksi PPP Komisi III Arsul Sani terkait alasan menjadi pimpinan KPK saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Dia mengaku ingin menjadi pimpinan yang membuat KPK menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana diamanatkan undang-undang. Lantas dia menilai kinerja KPK selama ini hasilnya masih biasa-biasa saja.

"Kok lembaga super, kompetensi luar biasa tapi eh hasilnya hanya biasa-biasa," kata Nawawi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Advertisement

Nawawi menganalogikan kerja KPK seperti orang yang lari di treadmill. Dari luar lari terlihat kencang, tapi malah lari di tempat. Lebih keras, Nawawi menyamakan kinerja KPK seperti orang mabuk pulang dugem. Berjalan sempoyongan ke kiri dan kanan.

"Kok kinerja kayak orang pulang dari dugem. Orang pulang tengah malam jalan sempoyongan kiri kanan, enggak sampai-sampai," jelasnya.

Lantas, Nawawi mengutip indeks persepsi Indonesia. Selama kurang lebih 20 tahun, hanya meningkat dari 20 menjadi 38 pada 2018. Dia pun menyoroti umur KPK yang sudah 17 tahun. Seharusnya, kata Nawawi, bisa lebih tinggi indeks persepsi korupsi itu.

Advertisement

"Karena fokus penindakan bukan pencegahan. Baru kita bisa up (naik)," ucapnya.

Dia menceritakan, di Korea Selatan, KPK-nya dibubarkan. Kata Nawawi karena banyak melakukan penindakan. Tapi, setelah dibubarkan dan diubah fungsinya dengan fokus pencegahan, indeks persepsi korupsi di sana, kata Nawawi justru meningkat.

"Dibubarin pak, KPK diganti setop penindakan khusus pencegahan, jadi ombudsman di sini pak. Yang jadi malah indeks persepsi korupsi naik," ucapnya.

Namun saat dicecar anggota fraksi PDIP Komisi III M Nurdin terkait inovasinya empat tahun mendatang ketika terpilih menjadi pimpinan KPK, Nawawi, tak banyak bicara. Dia hanya mengatakan ingin melanjutkan yang sudah berjalan di KPK.

"Saya enggak punya inovasi lagi semuanya sudah ada di KPK. Saya cuma tinggal akselerasi," kata Nawawi.

Baca juga:
Di DPR, Capim Nawawi Setuju Revisi UU KPK dan Kritik Wadah Pegawai
Gelar Uji Kepatutan dan Kelayakan, DPR Diingatkan soal Integritas 10 Capim KPK
5 Capim KPK Jalani Uji Kepatutan dan Kelayakan di DPR Hari Ini
Komisi III Sindir ICW Dkk: Jangan Teriak Dari Lorong Gelap, Datang ke DPR
Utusan Pegawai KPK Sambangi DPR, Serahkan Surat Petisi untuk Seleksi Capim
Abraham Samad Minta DPR Dengar Suara Rakyat saat Pilih Capim KPK
Fahri Hamzah Soal Surat Pernyataan Capim KPK: Parno itu Teman-teman Komisi III

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.