Calo mahasiswa baru Unhas terungkap, Wakil Rektor rinci peran pelaku
Salah satu korbannya melapor jika dirinya ditipu Rp 325 juta dengan iming-iming anaknya diloloskan masuk Fakultas Kedokteran Unhas pada musim penerimaan mahasiswa baru Agustus 2016 lalu. Namun faktanya, anak korban ternyata tidak lolos.
Tindak tipu-tipu ala calo mahasiswa baru di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar baru saja terbongkar. Ada dua pelaku telah diamankan di Mapolsek Tamalanrea sejak Senin (5/12) kemarin.
Masing-masing Nurjanna (53) dan Rahmatiah (36). Salah satu korbannya melapor jika dirinya ditipu Rp 325 juta dengan iming-iming anaknya diloloskan masuk Fakultas Kedokteran Unhas pada musim penerimaan mahasiswa baru Agustus 2016 lalu. Namun faktanya, anak korban ternyata tidak lolos.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Aisyah Saleh sebelumnya mengatakan, kedua pelaku ini diamankan lebih dulu oleh pihak kampus selanjutnya diserahkan ke polisi. Pemeriksaan sementara jika kedua pelaku ini adalah PNS di kampus Unhas.
Namun Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubu saat dikonfirmasi membantah jika kedua pelaku adalah PNS di kampus yang dipimpinnya. Namun rektor Unhas ini mengarahkan konfirmasi detailnya ke Wakil Rektor III Unhas.
Adapun Dr Ir Abdul Rasyid Jalil, Wakil Rektor III Unhas yang dikonfirmasi Selasa petang, (6/12) menjelaskan, hanya satu di antara dua pelaku itu yang PNS di Unhas yakni yang berinisial Rm (Rahmatiah). Sementara satu pelaku lagi berinisial Nj (Nurjanna) bukan PNS di Unhas. Dia seorang guru yang mengajar di luar.
Kata Wakil Rektor III Unhas ini, kedua pelaku menipu korbannya seolah-olah mampu meloloskan calon mahasiswa baru masuk Unhas.
"Ternyata korbannya banyak, bukan hanya satu orang. Perempuan Nj yang mengumpulkan calon korban di luar sekaligus uangnya dan menyerahkan ke perempuan Rm yang memang pegawai di sini," jelas Abdul Rasyid Jalil.
Sedangkan Kepala Humas Unhas Makassar, Dahlan Abubakar menjelaskan jika kasus itu terungkap karena beredarnya surat palsu yang memuat undangan pertemuan di kampus yang dibuat pelaku, Rm (36) PNS di rektorat Unhas bagian kearsipan. Rm bekerja sama dengan Nj (53), seorang guru.
"Surat palsu itu dibuat oleh pelaku dengan membubuhkan tanda tangan palsu seorang kepala biro di Unhas. Isinya mengundang orang tua calon maba pertemuan tanggal 5 Desember di kampus Unhas," kata Dahlan saat dikonfirmasi.
Saat para orang tua calon maba itu ketemu di Unhas, kata Dahlan, orang-orang pada ribut dan bertanya memangnya siapa yang mengundang. Orang tua calon maba ini ada sekitar 19 orang yang dijanji oleh pelaku bahwa anaknya bakal lolos dan masuk Fakultas Kedokteran Gigi di musim penerimaan maba Agustus 2016 lalu.
Selanjutnya, kata Dahlan, Wakil Rektor III Unhas, Dr Ir Abdul Rasyid Jalil kemudian turun menemui para orang tua calon maba itu dan mendapat penjelasan perihal surat undangan palsu itu.
"Unhas tidak pernah mengeluarkan surat pertemuan itu. Tidak mungkin keluar keputusan kelulusan 19 orang saja. Keputusan kelulusan itu selalu ribuan orang, ditandatangani secara berjenjanh mulai dari Kabiro lalu Wakil Rektor I kemudian Rektor Unhas. Diketahui kalau pelaku palsukan tanda tangan salah seorang Kabiro untuk mengibuli korbannya," kata Dahlan.
Dari pengakuan para korban ini yang tercacat oleh WR III Unhas, tambah Kepala Humas ini, ada yang mencapai Rp 400 juta. Hingga ditotalkan uang yang dikumpulkan dua pelaku itu sekitar Rp 1,97 miliar.
Saat dilaporkan ke Polsek Tamalanrea, ternyata di sana juga sudah masuk laporan seorang warga kalau dia jadi korban penipuan oleh orang yang sama di modus yang sama dengan kerugian senilai Rp 325 juta.
"Yang kena tipu ini adalah calon maba jalur mandiri. Pelaku mengaku kalau mereka punya orang dalam yang bisa mengurusnya," ungkapnya.
Baca juga:
Jadi calo dan tipu Rp 325 juta, 2 PNS Unhas ditetapkan tersangka
Gali lubang untuk tiang listrik, pekerja temukan granat nanas
Demonstrasi kolone senapan Marinir tetap jalan meski diguyur hujan
Basarnas Makassar siaga 1 hadapi cuaca ekstrem
4 PNS dan 5 preman jadi tersangka pungli di tempat pelelangan ikan