LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cabup Karawang Nace Permana akui pakai dukun agar menang Pilkada

Dia menggunakan jasa dukun karena tidak punya uang untuk kampanye.

2015-11-06 13:24:38
Pilkada
Advertisement

Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, beragam cara dilakukan para kandidat calon Bupati/Wakil Bupati. Salah satu calon Bupati Karawang, Nace Permana, bahkan secara terang-terangan telah memanfaatkan jasa dukun agar dirinya keluar menjadi pemenang dalam Pilkada Karawang, 9 Desember mendatang.

Calon Bupati dari perseorangan itu, mengambil jalan menggunakan dukun lantaran tidak memiliki uang cukup untuk berkampanye secara besar-besaran demi meraih simpati masyarakat.

Menurutnya, dia tidak seperti lima kandidat lain yang telah menyiapkan anggaran hingga miliaran rupiah untuk menarik simpati masyarakat.

"Saya harus mengambil cara lain, di antaranya menggunakan jasa dukun. Karena kalau seperti calon lain berkampanye dengan uang besar saya tidak punya," kata Nace, Jumat (6/11).

Akan tetapi, Nace mengaku tidak sepenuhnya mengandalkan aspek irasional para dukun, namun ikut juga akan memanfaatkan aspek rasional dengan cara berguru pada orang pintar itu.

"Jadi tak melulu saya berdukun, tapi saya juga akan memanfaatkan kedukunan mereka yang banyak pengikutnya untuk memilih saya," tambah Nace.

Nace yang dikenal sebagai ketua salah satu Ormas itu menegaskan, jalan menggunakan jasa dukun tidak menutup kemungkinan dilakukan calon lain. Hal itu demi memuluskan jalan menjadi Bupati Karawang periode 2015-2020.

"Bohong kalau yang lain tidak menggunakan jasa dukun, tapi saya tidak akan bilang siapa orangnya," ujarnya.

Nace mengatakan, dengan datang dari kandidat perseorangan serta tidak memiliki dukungan secara keuangan, dia merasa bingung ada laporan harta kekayaan. Sebab, laporan harus dilakukan setiap bulan.

"saya bingung ketika disuruh melaporkan harta kekayaan setiap bulan, karena apa yang akan saya laporkan," ucap Nace.

Sementara dari rekening dana kampanye yang dilaporkan pasangan Nace-Yenih, ke KPUD Karawang merupakan yang terkecil yaitu hanya Rp 1 juta dengan jumlah tim kampanye berjumlah 100 orang.

"Jumlahnya hanya satu juta rupiah, dengan tim kampanye 100 orang," jelas Ketua Komisioner KPU Karawang, Miftah Farid.

Baca juga:
Pilkada Karangasem rawan konflik karena urusan Alat Peraga Kampanye
Jika Rasiyo-Lucy kerja keras, Zulkifli Hasan yakin Risma tumbang
Pilkada Bengkulu panas, polisi amankan koran diduga kampanye hitam
Rano Karno akui belum dapat mandat dari PDIP maju di Pilgub Banten
Posko calon bupati-wakil Bupati Boyolali dirusak orang tak dikenal

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.