LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Buruh geruduk Gedung Pemprov Jabar tolak upah murah

Upah minimum yang ditetapkan dalam peraturan tersebut bukanlah untuk buruh yang telah berkeluarga.

2015-11-24 15:16:34
Merdeka Bandung
Advertisement

Ratusan massa buruh yang tergabung dari Federasi Persatuan Perjuangan Buruh (FPPB-KASBI) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan PP Nomor 78 Tahun 2015 yang dinilai mengurangi peran para serikat buruh dalam menentukan upah minimum.

Ketua FPPB-KASBI Bandung Raya, Sudaryanto mengatakan, upah minimum yang ditetapkan dalam peraturan tersebut bukanlah untuk buruh yang telah berkeluarga. Namun itu ditujukan bagi buruh dengan status lajang.

"UMK itu ditentukan untuk lajang, bagaimana dengan yang punya anak dan istri. Yang namanya upah layak, bagaimana sandang, pangan, papan, bisa terpenuhi? Dengan upah yang jumlahnya 2 juta sekian. Apa salah jika kita melakukan ini? Apa buruh yang melakukan provokasi? Bukan, yang melakukan provokasi adalah pemerintah," kata Sudatyanto di sela-sela aksi, Selasa (24/11).

Sempat disinggung mengenai aksi mogok nasional yang direncanakan serikat buruh se-Indonesia, kata dia, KASBI tetap mendukung gerakan tersebut. Belum terjadinya aksi tersebut menurut Sudaryanto, dikarenakan persiapan oleh serikat buruh yang lain belum matang.

Ia menambahkan KASBI mendukung mogok nasional. Walau saat ini kepanitiaan belum terbentuk bukan berarti aksi ini akan batal."Kita tinggal menunggu, karena sudah kontak-kontak. Ini hanya tahapan pertama belum bisa dikatakan gagal. Tanggal 24-27 akhir pekan ini kita tunggu. Kalau lebih dari tanggal 27 dan memungkinkan untuk mogok nasional, kita lakukan," ujarnya.

Dia pun berharap, para buruh bisa tetap berjuang untuk mewujudkan kepentingan sesama. Aksi para buruh saat ini adalah untuk menggagalkan PP tersebut.

"Harapannya buruh harus sadar yang namanya kesejahteraan itu tidak dikasih dengan cuma-cuma. Tapi kita harus berjuang. Pemerintah juga tidak terlalu bergantung dengan kepentingan asing", tegasnya.

Baca juga:
Pengusaha angkot tolak pengoperasian Bus TMB Koridor 3
Siswa program BBM mengaku terkesan menginap di rumah seniman
Kiss The Coffee, kolaborasi apik espresso dan jeruk
Aroma kuat rempah nan menggoda dari Sup Pindang Iga Sapi
Sensasi makan di dalam kereta ala Terawalk Station
Sanggar olah seni Bandung telah mencetak banyak seniman muda
Dua klub basket asal Bandung siap bertanding di turnamen IBL

(mdk/frh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.