Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Raih Sabuk Hitam Kehormatan BKC, Dorong Generasi Emas Bebas Gawai
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, dianugerahi Sabuk Hitam Kehormatan dari Bandung Karate Club (BKC), menegaskan komitmennya dalam mendukung olahraga bela diri sebagai upaya membentuk Generasi Emas.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menerima anugerah Sabuk Hitam Kehormatan dari perguruan bela diri Bandung Karate Club (BKC) pada Minggu, 27 April, di Lapangan Tenis Indoor Setda Kabupaten Serang, Banten. Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan dukungan panjang Bupati terhadap perkembangan BKC di wilayah tersebut. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menggalakkan semangat berolahraga di kalangan generasi muda.
Bupati yang akrab disapa Zakiyah ini menyampaikan apresiasi mendalam atas penghargaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dukungannya dan pemerintah daerah terhadap BKC telah terjalin sangat lama, bahkan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai bupati, menunjukkan komitmen yang konsisten terhadap pembinaan olahraga bela diri.
Penyematan sabuk kehormatan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Guru BKC Putra, Andrie Rahadian Arsanata. Penganugerahan ini dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus BKC Provinsi Banten masa bakti 2026-2030, sekaligus ujian kenaikan tingkat se-Wilayah 1 Banten yang diikuti oleh ratusan peserta.
Apresiasi dan Dukungan Jangka Panjang Bupati Serang
Ratu Rachmatuzakiyah, Bupati Serang, menegaskan bahwa dukungan terhadap Bandung Karate Club (BKC) telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia bahkan menyatakan telah mengenal BKC dan menjadi pembina jauh sebelum menjabat sebagai bupati. Plang BKC yang terpasang di kediamannya menjadi bukti nyata kedekatan dan dukungan personalnya terhadap perguruan karate ini.
Komitmen ini tidak hanya sebatas pengakuan, tetapi juga dalam bentuk dukungan berkelanjutan bagi para anggota BKC. Bupati Zakiyah selalu memberikan dukungan bagi para atlet muda yang mengikuti berbagai kegiatan atau lomba, menunjukkan perannya sebagai figur pembina yang aktif.
Dukungan tersebut mencerminkan keyakinan pemerintah daerah terhadap potensi olahraga bela diri dalam membentuk karakter generasi muda. Kehadiran Bupati dalam setiap kegiatan BKC menjadi motivasi tambahan bagi para karateka untuk terus berprestasi.
Karate sebagai Fondasi Generasi Emas Bebas Gawai
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zakiyah berpesan kepada para karateka muda untuk terus berlatih dengan fokus, konsisten, dan disiplin. Ia menekankan bahwa ilmu bela diri karate sangat penting untuk melindungi diri, menjaga daya tahan tubuh, serta menjadi jalan untuk meraih prestasi di berbagai ajang.
Namun, Bupati juga mengingatkan bahwa prestasi bukanlah satu-satunya tujuan utama dari berlatih karate. Hal yang lebih penting adalah mengalihkan perhatian anak-anak dari paparan gawai dan media sosial berlebih melalui aktivitas olahraga bela diri yang positif dan terstruktur.
Menurutnya, kegiatan positif seperti karate adalah hal yang krusial bagi calon generasi penerus bangsa. Ia meminta kepada para orang tua untuk terus konsisten mengajak anak-anaknya melakukan hal-hal positif, sehingga pada tahun 2045 mereka siap menjadi Generasi Emas yang berkualitas dan berdaya saing.
Rangkaian Acara dan Pengukuhan Pengurus BKC Banten
Penganugerahan Sabuk Hitam Kehormatan kepada Bupati Serang merupakan bagian dari rangkaian acara besar yang diselenggarakan BKC. Selain itu, juga dilakukan pelantikan Pengurus BKC Provinsi Banten masa bakti 2026-2030. Ketua Umum BKC Provinsi Banten periode 2026-2030, Lalu Farhan Nugraha, menjelaskan bahwa pengukuhan ini dibarengi dengan pelantikan Ahmad Muhibbin sebagai Ketua BKC Kabupaten Serang.
Farhan menambahkan, penganugerahan sabuk kehormatan kepada Bupati Serang diberikan atas dedikasinya yang telah lama menjadi simpatisan dan pembina BKC. Ratu Rachmatuzakiyah kini didaulat menjadi Pembina sekaligus Ketua 2 Banten, menggantikan peran suaminya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, yang saat ini memiliki kesibukan padat di kabinet.
Terkait pelaksanaan ujian kenaikan tingkat, Farhan menyebut kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 250 peserta dari seluruh Wilayah 1 Banten. Ia optimis jumlah peserta akan terus bertambah seiring masing-masing dojo atau tempat latihan mengadakan kegiatan pembinaan dan kompetisi serupa, menunjukkan pertumbuhan BKC di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews