LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bupati Purwakarta gelar Open House di rumah nenek tidak mampu

Cara ini dilakukan karena dirinya merasa lebih nyaman saat mendatangi warganya.

2016-07-06 12:56:00
Lebaran 2016
Advertisement

Open House sebenarnya merupakan tradisi masyarakat zaman dahulu yang kini berganti istilah baru. Saat masa kerajaan, rakyat biasa menghadap ke rumah Raja saat ada sebuah perayaan baik perayaan tradisi maupun keagamaan.

Di Indonesia tradisi ini berlanjut hingga kini. Bahkan para Presiden yang pernah memimpin Indonesia pun melakukan hal yang sama di kediaman atau pendopo rumah mereka masing-masing.

Keramaian masyarakat yang berbondong-bondong menuju rumah pemimpinnya tidak akan ditemukan di Purwakarta pada Idul Fitri tahun ini. Sebab hari ini Rabu (6/7) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memilih tidak melakukan “Open House” baik di rumah dinas atau pun di rumah pribadinya.

Bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini memilih untuk memanfaatkan momen Idul Fitri untuk bersilaturahmi dengan warganya dan menggelarnya di rumah Mak Karsih (78), seorang nenek kurang mampu di daerah Pasawahan, Purwakarta.

Menurut Bupati Dedi, dirinya merasa lebih nyaman saat mendatangi masyarakatnya langsung dibanding harus menyaksikan masyarakat mengantre untuk bersalaman di rumah dinasnya yang terletak di Jalan Gandanegara Nomor 25 Purwakarta kota.

"Saya mah dah begini dari dulu juga, lebih enak silaturahmi langsung duduk-duduk berkumpul dengan masyarakat di halaman rumah mereka sendiri, gak tega saya kalau melihat masyarakat mengantre untuk sekedar bersalaman dengan saya," kata Dedi.

Bukan sekedar duduk-duduk, Dedi pun mengaku dengan cara menggelar “Open House” dengan gaya berbeda ini, dirinya bisa langsung menyaksikan kondisi masyarakat yang dia pimpin. Untuk Mak Karsih, dia juga segera memperbaiki rumah yang dia tinggali agar lebih layak ditempati dibandingkan dengan kondisi rumahnya saat ini.

"Setelah silaturahmi ini, kami segera perbaiki rumah Mak Karsih. Kita lengkapi juga dengan peralatan rumah tangga yang cukup untuk beliau," ujar Dedi.

Mak Karsih hidup sebatang kara karena ditinggalkan oleh anak-anaknya. Hal ini pun menyambut haru langkah “anak asuhnya”(Dedi Mulyadi) yang telah mengurus kebutuhannya selama beberapa tahun terakhir.

"Nuhun Jang Dedi, tos kersa ngadangdosan bumi emak (Terima Kasih Nak Dedi, telah mau memperbaiki rumah emak)," ujar Karsih dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga:
Ahmad Dhani protes polisi larang konvoi takbir keliling
Cerita pemudik: Tertipu penjaja jasa pemandu jalan pintas
Kendaraan takbir keliling dari Tangerang dilarang masuk ke Jakarta
5 Tradisi perayaan Idul Fitri paling unik di dunia
Usai terbakar, Ramayana Pekanbaru kini tak seramai dahulu
Polda Metro batasi pengunjung tahanan narkoba saat lebaran
Puncak arus mudik, tarif tol Cikarang utama-Palimanan didiskon

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.