Bupati Ovi segera dipecat dari wakil ketua DPD Golkar Ogan Ilir
Wakil Ketua DPD Golkar Sumsel Yansuri mengungkapkan, pencopotan tersebut tidak perlu menunggu status hukumnya tetap.
Tak hanya bakal dipecat sebagai Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi alias Ovi dalam waktu dekat juga segera dicopot sebagai pengurus DPD II Partai Golkar. Hal ini setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkapnya dalam penggerebekan di rumahnya, Minggu (13/3) malam.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Yansuri mengungkapkan, pencopotan tersebut tidak perlu menunggu status hukumnya tetap (inkra) di pengadilan. Apalagi, Kementerian Dalam Negeri sudah melayangkan pemecatan jabatannya sebagai bupati.
"Tidak perlu menunggu inkrah. Sesuai aturan, dia (Ovi) memang harus segera dipecat sebagai pengurus Golkar," ungkap Yansuri, Rabu (16/3).
Saat ini, Ovi duduk sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Ogan Ilir. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan langsung dari Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Alex Noerdin.
"Seluruh kader Golkar yang terlibat narkoba memang harus disanksi, tidak bisa ditolerir. Tinggal tunggu keputusan ketua DPD saja," ujarnya.
Dari kejadian ini, Partai Golkar akan melakukan seleksi secara ketat bagi warga yang ingin menjadi kader, termasuk kader yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan eksekutif. Selama ini, partai berlambang beringin itu hanya meminta surat kelakuan baik dari kadernya.
"Kalau sudah begini harus dievaluasi. Nanti bakal ada surat kesehatan juga. Kalau ada dugaan terlibat narkoba bisa ditolak," pungkasnya.
Baca juga:
Tim dokter sebut hasil pemeriksaan Bupati Ovi tidak direkayasa
Bupati Ovi, kepala daerah pertama yang ditangkap BNN
Wapres JK sebut bupati harus ditangkap bila dicurigai pakai narkoba
2020, bisnis ganja diprediksi alirkan USD 44 miliar ke ekonomi AS
Melihat lebih dekat jalur narkoba Segitiga Emas di Sungai Mekong
Polda Kaltim gagalkan penyelundupan 2 kg sabu Malaysia di Samarinda