2020, bisnis ganja diprediksi alirkan USD 44 miliar ke ekonomi AS
Merdeka.com - Dampak industri ganja terhadap ekonomi Amerika Serikat terus membesar. Pada 2020, bisnis ganja di Paman Sam diprediksi bisa menghasilkan USD 44 miliar.
Meningkat ketimbang tahun ini yang diramalkan mencapai USD 14 miliar hingga USD 17 miliar.
Demikian diungkap Marijuana Business Daily dalam laporan terbarunya: the 2016 Marijuana Business Factbook.
Estimasi tersebut didasarkan pada penjualan ganja untuk keperluan medis dan kesenangan di tingkat ritel. Laporan itu menyebut, setiap dolar dibelanjakan di ritel akan memberi keuntungan sekitar USD 3 dolar untuk ekonomi AS.
Chris Walsh, managing editor of Marijuana Business Daily, mengatakan, proyeksi itu merefleksikan upaya menjadikan ganja sebagai komoditas terhormat.
"Industri papan atas menciptakan pekerjaan baru, mendorong pembukaan peluang bisnis baru, dan mengkreasikan efek domino meluas di seluruh negeri," katanya, kemarin.
"Kami menyaksikan kemunculan bisnis yang akan menjadi kekuatan ekonomi besar."
Secara detil, laporan mengungkapkan, sebanyak USD 11 miliar dari estimasi USD 44 miliar pada 2020 bakal dihasilkan lewat penjualan ganja di apotek dan pertokoan.
Sisanya, sebesar USD 33 miliar, bisa dihasilkan lewat legalisasi ganja untuk medis atau kesenangan (recreational use).
Estimasi Marijuana Business Daily ini dinilai lebih konservatif ketimbang publikasi serupa yang dikeluarkan New Frontier and Arcview pada Februari lalu.
Dalam publlikasi itu, penjualan ganja legal diperkirakan mencapai USD 21,8 miliar pada 2020. Ditambah efek domino dari setiap dolar yang dibelanjakan bisa menguntungkan ekonomi sekitar USD 3 dolar.
Maka, total dampak bisnis ganja terhadap ekonomi Paman Sam diprediksi mencapai USD 88 miliar.
Sekedar informasi, sebanyak 23 negara bagian dan Washington D.C telah melegalkan penjualan ganja untuk medis dan kesenangan.
Sementara California, Nevada, dan Massachusetts perlu menggelar pemungutan suara guna melegalkan ganja untuk kesenangan. Ohio dan Florida juga tengah memertimbangkan melegalkan ganja untuk medis.
Dan, Vermont berpeluang menjadi negara bagian melegalkan ganja untuk kesenangan dalam waktu dekat. Sebab Gubernur Peter Shumlin mengindikasikan bakal segera meneken regulasinya setelah selesai direview legislatif. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya