Bupati Bulungan Ajak Hormati Kontribusi Orang Tua dalam Perayaan Hari Lansia Nasional ke-30
Bupati Bulungan Syarwani mengajak generasi muda menghormati kontribusi lansia dalam pembangunan daerah, menandai Perayaan Hari Lansia Nasional ke-30 di Tanjung Selor.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengajak seluruh generasi muda di Kabupaten Bulungan untuk senantiasa menghormati dan menghargai para orang tua. Ajakan ini disampaikan dalam momen Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun) ke-30 tahun 2026 yang berlangsung di Wantilan Pura Agung Jagat Benuanta, Tanjung Selor, Sabtu.
Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menekankan pentingnya mengenang jasa dan kontribusi para lansia yang telah bekerja keras membangun lingkungan keluarga serta Kabupaten Bulungan secara umum. Ia hadir bersama para senior yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Sekolah Lansia Berlian Bulungan.
Perayaan Halun ke-30 ini menjadi momentum untuk mengapresiasi semangat produktivitas dan kreativitas para lansia di Bulungan. Meskipun sudah tidak muda lagi, mereka tetap aktif berkontribusi melalui berbagai kegiatan positif yang menginspirasi banyak pihak.
Apresiasi Bupati Terhadap Semangat Lansia Bulungan
Bupati Syarwani mengungkapkan rasa syukur, senang, dan bahagianya dapat berkumpul dengan para senior yang menjadi penggagas acara Halun ke-30. Ia sangat mengapresiasi aktivitas dan kreativitas para orang tua yang tergabung dalam PWRI dan Sekolah Lansia Berlian Bulungan.
Menurut Bupati, semangat para lansia ini menjadi pesan penting bagi generasi saat ini, termasuk generasi muda. "Tapi saya yakini bahwa bukan hanya momentum hari lansia (lanjut usia), bahkan hampir setiap hari Minggu kalau kita lihat di Tepian Sungai Kayan tetap berkegiatan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sekaligus bersilaturahmi," ujarnya.
Keaktifan dan kreativitas para lansia membuktikan bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk berhenti berkarya, produktif, dan berkontribusi. Semangat ini diharapkan dapat menjadi contoh dan bekal berharga bagi generasi muda di Kabupaten Bulungan.
Rangkaian Kegiatan Halun ke-30 dan Maknanya
Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Halun ke-30 Kabupaten Bulungan, dr. Ida Bagus K. Sidaharja, menjelaskan bahwa peringatan Halun seharusnya jatuh pada 29 Mei. Namun, karena bertepatan dengan libur Hari Idul Adha, acara diundur ke bulan Juni.
Rangkaian kegiatan perayaan Halun ke-30 tidak hanya terfokus pada satu hari, melainkan mencakup berbagai aktivitas. Salah satunya adalah peragaan busana kebaya nasional yang diikuti sekitar 30 siswa-siswi Sekolah Lansia Berlian Bulungan, dengan rentang usia 60 hingga 78 tahun.
Selain peragaan busana, kegiatan lain yang direncanakan meliputi olahraga dan kegiatan sosial. "Nanti kami juga melakukan kegiatan berbagi ke panti jompo. Jadi dari lansia untuk lansia," kata dr. Bagus. Hal ini menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian antar sesama lansia.
Melalui peragaan busana kebaya nasional, panitia berupaya melestarikan warisan budaya bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Kegiatan ini juga memberikan ruang ekspresi positif bagi para lansia, khususnya yang tergabung dalam Sekolah Lansia Berlian Bulungan.
Tema nasional Halun ke-30 adalah "Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya", dengan sub tema "Seusia Senja Bergaya". Tema ini mengingatkan bahwa usia senja bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan babak baru untuk terus menebar kebahagiaan, kemandirian, dan menjadi inspirasi. "Usia bukan hanya sebuah angka, namun semangat untuk terus belajar dan bergaya tidak boleh mengenal batas kata tua," tambahnya.
Sumber: AntaraNews