LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bupati Bogor Pesimistis Kejar Target Vaksinasi, Capaian Baru 9,46 Persen

Bupati Bogor Ade Yasin mengakui capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor masih rendah. Ade pun mengaku masih terus mencari formulasi untuk meyakinkan masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi.

2021-08-07 02:29:00
Vaksinasi Covid-19
Advertisement

Bupati Bogor Ade Yasin mengakui capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor masih rendah. Ade pun mengaku masih terus mencari formulasi untuk meyakinkan masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi.

"Padahal vaksin masih satu-satunya cara mempercepat herd immunity. Capaian vaksinasi kita masih rendah. Pemerintah pusat menargetkan vaksinasi kita sudah 70 persen. Tapi rata-rata capaian kita baru 9,46 persen," kata Ade Yasin, Jumat (6/8).

Menurutnya, target vaksinasi di Kabupaten Bogor mencapai 8.576.268 dosis atau 4.288.134 orang sasaran. Target tersebut, 70 persen dari jumlah penduduk di Bumi Tegar Beriman yang kini sekitar 5,4 juta jiwa.

Advertisement

Ade mengungkapkan, untuk vaksinasi dosis pertama baru terealisasi 13 persen dan dosis kedua 5,8 persen. "Jadi terus terang, kalau sampai akhir Agustus, kami tidak sanggup jika harus menyelesaikan 70 persen," kata Ade.

Menurutnya, koordinasi dalam pelaksanaan vaksinasi di lapangan harus dilakukan dengan baik, sehingga dapat meminimalisasi kendala.

"Masih ditemukan lambatnya vaksinasi di beberapa puskesmas yaitu adanya pengendapan, lemahnya koordinasi antara Puskesmas dengan satgas kecamatan, juga dengan forkopimcam masih terjadi dan beberapa satgas kecamatan belum memaksimalkan relawan dan tenaga kesehatan di beberapa wilayah," kata Ade.

Advertisement

Dia mencontohkan kejadian di salah satu kecamatan. Pelaksanaan vaksinasi massal seharusnya berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait tetapi hanya dilakukan melalui pesan singkat atau WhatsApp.

"Padahal untuk kegiatan vaksinasi massal koordinasinya bukan hanya lewat WhatsApp atau telepon saja, harus koordinasi langsung karena ini menyangkut orang banyak, bagaimana mengatur orang di lapangan, situasi dan kondisinya seperti apa dan hasilnya pada saat hari pelaksanaan terjadi kerumunan yang luar biasa. Saya harap ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Baca juga:
VIDEO: Momen Kocak Istri Menko Airlangga Cubit Sang Suami Saat Vaksinasi Covid-19
Warga DKI Wajib Tunjukkan Surat Vaksin saat Aktivitas, DPRD Bilang 'Saya Kira Sulit'
Moeoldoko Minta Daerah Bersabar, Hingga Desember akan Tiba 180 Juta Vaksin Covid-19
Anies Target Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga Tenaga Kesehatan Selesai Akhir Agustus
Anies: Vaksinasi Tidak Boleh Jadi Syarat Terima Bansos
Anggota Komisi II Minta Aparat Selidiki WNA Gunakan NIK Warga Bekasi untuk Vaksinasi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.