Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota Komisi II Minta Aparat Selidiki WNA Gunakan NIK Warga Bekasi untuk Vaksinasi

Anggota Komisi II Minta Aparat Selidiki WNA Gunakan NIK Warga Bekasi untuk Vaksinasi Warga Bekasi ini gagal divaksin usai data KTP digunakan WNA. ©2021 Youtube Liputan 6 SCTV/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menilai peristiwa WNA menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) seorang warga Bekasi untuk vaksinasi merupakan kejadian serius. Ia meminta aparat menyelidiki WNA tersebut.

Hal itu menanggapi peristiwa seorang warga Bekasi gagal mendapatkan vaksinasi lantaran NIK miliknya digunakan WNA untuk vaksinasi.

"Pertama ini kejadian serius. Ada WNA menggunakan identitas WNI. Mesti diteliti dan diselidiki aparat bagi WNA pelanggarnya," ujar Mardani kepada wartawan, Jumat (6/8).

Kementerian Kesehatan seharusnya belajar dari peristiwa ini untuk melanjutkan program vaksinasi. Kementerian Kesehatan diminta koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

"Kedua, ini menjadi pelajaran agar koordinasi antara Kemenkes dengan Kemendagri dalam pelaksanaan vaksinasi," ucap Ketua DPP PKS ini.

Mardani menilai, dalam pelaksanaan vaksinasi bisa lagi terjadi penyimpangan-penyimpangan. Ia meminta semua pihak untuk fokus pelaksanaan vaksinasi ini.

"Ketiga, akan selalu ada penyimpangan dan tetap fokus ke pelaksanaan vaksinasi," ujarnya.

Diberitakan, seorang warga Bekasi, Jawa Barat, bernama Wasit gagal mendapat vaksinasi Covid-19. Penyebabnya lantaran berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK), Wasit tercatat sudah divaksinasi. Setelah ditelusuri, ternyata NIK tersebut digunakan seorang WNA untuk mengikuti vaksinasi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP