LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Buntut pengeroyokan bermotif asmara, dua praja IPDN dipecat

Buntut pengeroyokan bermotif asmara, dua praja IPDN dipecat. Pengasuh yang bertugas saat kejadian juga sudah ditindak tegas alias dipecat. Dua praja diberhentikan karena mereka menjadi otak dari aksi pengeroyokan. Ini seusai hasil evaluasi tim Kemendagri dan IPDN.

2017-08-31 14:50:21
Kekerasan di IPDN
Advertisement

Rektor IPDN Ermaya Suradinata telah melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo. Hasilnya, dua dari lima praja pelaku kekerasan bermotif asmara di IPDN resmi dipecat.

"Surat keputusan rektor dievaluasi kembali diselesaikan dengan tim kecil evaluasi terhadap penamparan praja. Ada perubahan sedikit yang 5 orang diturunkan itu ada 2 orang yang harus diberhentikan," jelasnya di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (31/8).

Keputusan ini diambil setelah diskusi dengan tim yang dibentuk Kemendagri. Ini sebagai bentuk pemberian efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Advertisement

"Makanya sekecil apapun peristiwa apakah penamparan atau kegiatan lain yang mengarah pada kekerasan harus dihilangkan. Caranya harus tegas terhadap mereka berdasarkan BAP dan sebagainya," katanya.

Dua praja diberhentikan karena mereka menjadi otak dari aksi pengeroyokan. Ini seusai hasil evaluasi tim Kemendagri dan IPDN.

"Kalau dua itu hasil tim kecil dari pusat dan kemendagri bahwa yang merencanakan dan yang pertama menggerakkan dianggap harus diberikan sanksi lebih. Korbannya enggak ada masalah, biasa normal, ada kuliah biasa," terangnya.

Advertisement

Setelah kejadian ini, IPDN akan memperketat sistem pengasuhan 24 jam. Pengasuh praja juga diminta lebih sigap menyikapi kondisi di asrama IPDN agar kejadian yang sama tidak terulang. Pengasuh yang bertugas saat kejadian sudah ditindak tegas alias dipecat.

"Jadi kalau mereka berdinas jam 9 malam itu tugasnya sampe jam 7 pagi. Selama proses praja tidur. Dia enggak boleh tidur. Begitu ada kejadian dia enggak tahu. Makanya salah satunya dipecat walaupun itu tidak sampai pada kegiatan fatal," tutupnya.

Baca juga:
Gara-gara pacaran, seorang praja IPDN dikeroyok 10 temannya
Kasus kekerasan, Rektor IPDN akui ada intervensi orangtua pelaku
Mengapa Taruna IPDN sipil tapi lebih galak dari Akmil?
Kekerasan terulang lagi, Ridwan Kamil minta IPDN introspeksi
Sejarah panjang kekerasan berdarah di IPDN

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.