Buntut Kasus Pelecehan, Sekolah SD dan SMP di Malang Bakal Dipasang CCTV
Pemerintah Kota Malang bakal memasang CCTV di sudut-sudut sekolah yang dipandang rawan terjadinya tindak pelecehan. Langkah tersebut sebagai antisipasi agar kasus dugaan tindak pelecehan yang dilakukan guru olahraga sebuah SD kepada 20 muridnya tidak terulang.
Pemerintah Kota Malang bakal memasang CCTV di sudut-sudut sekolah yang dipandang rawan terjadinya tindak pelecehan. Langkah tersebut sebagai antisipasi agar kasus dugaan tindak pelecehan yang dilakukan guru olahraga sebuah SD kepada 20 muridnya tidak terulang.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Djarwoko mengatakan, keputusan diambil dalam rapat koordinasi bersama Diknas. Setelah mempelajari kondisi lingkungan pendidikan terkini, akhirnya diambil tindakan tersebut.
"Kami mempunyai agenda yang dilakukan secara cepat, yaitu pemasangan CCTV di masing-masing sekolah. Tentunya yang di bawah tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yaitu SD dan SMP," kata Sofyan Edy Djarwoko kepada merdeka.com, Kamis (21/2).
Edy sendiri mengaku sebenarnya muncul masukan dari masyarakat bahwa pelajar-pelajar SMA juga potensi mengalami kejadian yang sama. Maka SMA juga disarankan memasang CCTV, kendati sebagian memang sudah melakukannya.
Pihak sekolah bersama komite, nantinya yang akan memutuskan titik-titik tempat CCTV tersebut dipasang. Selain juga akan dipertimbangkan secara teknis di lapangan.
"Di sudut-sudut yang diprediksi rawan kejadian-kejadian tindak baik, kurang senonoh itu. Tentu pihak Diknas dan Lembaga Sekolah, Komite Sekolah bisa berembuk menentukan titik yang paling tepat sehingga dijamin murid itu aman," jelasnya.
Lewat pemasangan CCTV tersebut diharapkan akan menghilangkan kekhawatiran para orang tua, selain proses belajar anak berjalan lebih nyaman.
"Orang tua tidak khawatir karena dipersiapkan sedemikian rupa untuk pengaman untuk anak-anak kita," katanya.
Penganggaran pengadaan CCTV tersebut akan direalisasikan segera dalam tahun ini. "Karena sudah masuk dalam APBD, semua kan dalam anggaran APBD, tentu akan dilakukan sesui mekanisme," jelasnya.
Terkait korban dugaan pelecehan seksual oleh guru olahraga di sebuah SD di Kota Malang, Pemkot telah menyiapkan psikiater yang mendampingi korban. Orang tua yang merasa anaknya pernah menjadi korban bisa menyampaikan
"Dinas sudah menyediakan, lewat pakar atau psikiater yang mendampingi yang korban kemarin itu. Kita imbau kepada orang tua murid, yang pernah mengalami hal serupa bisa menyampaikan pada lembaga pendidikan secara informasi dulu baru kita pelajari dan tindak lanjuti, agar tidak terulang lagi," jelasnya.
Baca juga:
Besok, Polisi Periksa Guru Olahraga Diduga Mencabuli Murid
Polres Kota Malang Tunggu Hasil Visum Korban Pencabulan Guru Olahraga
Guru Olahraga SD di Malang Diduga Cabuli Siswinya
Polisi Buru Pemerkosa Anak Hingga Hamil 5 Bulan di Semarang
Tergiur Kecantikan, Joko Cabuli Anak Tetangga Berusia 7 Tahun di Rumah
Diciduk Polisi, Caleg PBB Diduga Cabuli Dua Anak di Bawah Umur