LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bulan Depan, Warga Bogor Siap Konsumsi Air Sungai Ciliwung

Kini, pihak pelaksana tengah menyempurnakan pipa distribusi utama yang pemasangannya tersisa beberapa meter lagi. Sedangkan alat Water Treatment Plant (WTP) dan intake sudah lebih dulu dirampungkan.

2019-04-11 20:02:00
Bendung Katulampa
Advertisement

Warga Kota Bogor, Jawa Barat tak lama lagi akan mengonsumsi air dari aliran Sungai Ciliwung. Diperkirakan bulan depan, seiring rampungnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di Katulampa Kota Bogor.

"Sampai sekarang pasokan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor hanya dari Sungai Cisadane. Nanti SPAM Katulampa ini secara perdana pasokan air bakunya berasal dari Sungai Ciliwung," kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan, Deni Surya Sanjaya, di Bogor, Kamis (11/4) seperti diberitakan Antara.

Kini, pihak pelaksana tengah menyempurnakan pipa distribusi utama yang pemasangannya tersisa beberapa meter lagi. Sedangkan alat Water Treatment Plant (WTP) dan intake sudah lebih dulu dirampungkan.

Advertisement

Deni memprediksi secara keseluruhan proyeknya selesai sebelum memasuki Bulan Ramadan. Sehingga ia berharap bisa menambah pasokan air baku PDAM Tirta Pakuan yang selama ini hanya mengandalkan Sungai Cisadane.

"Kalau sudah selesai nanti diserahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pemkot Bogor. Kemudian oleh Pemkot diserahkan ke PDAM Tirta Pakuan," kata Deni.

Sementara itu, Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan, Ade Syaban Maulana menerangkan, pasokan air dari Sungai Ciliwung ini memiliki debit air 300 liter per detik. Berdasarkan hitungannya, pasokan air baku baru ini bisa menambah pelayanan air ke 21.000 pelanggan.

Advertisement

"Kalau kondisi sekarang ini dari Sungai Cisadane dengan debit air sekitar 2.000 liter per detik, bisa melayani 160.000 pelanggan di Kota Bogor dan 14.000 pelanggan di Kabupaten Bogor," ujarnya.

Ade memaparkan, secara keseluruhan proyek pembangunan SPAM Katulampa ini sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 139 miliar.

Jika dirinci, pembiayaannya dimulai untuk pembangunan intake yang berlokasi di Cibanon Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor pada tahun 2012 senilai Rp24 miliar. Kemudian pada tahun 2012 sampai tahun 2014 pembebasan lahan SPAM senilai Rp10 miliar.

Selanjutnya, pada tahun 2016 pembangunan WTP senilai Rp60 miliar, juga pengadaan pipa distribusi utama senilai Rp35 miliar. Terakhir, pada tahun 2017 pembangunan reservoar senilai Rp10 miliar.

"Selanjutnya akan ada pengadaan pipa distribusi utama yang belum terpasang sepanjang 180 meter, biayanya sekitar Rp4 miliar, serta turap Rp2,6 miliar. Khusus yang sisa ini pakai anggaran dari kita," kata Ade.

Baca juga:
Di era Anies, Saraswati Yakin 100 Persen Warga DKI akan Nikmati Air Bersih
Sungai Penuh Sampah, Warga Palembang Terancam Krisis Air Bersih
Di Hadapan Anies, Bupati Kepulauan Seribu Keluhkan Air Bersih Sampai Masalah Sampah
2019, Pemerintah Akan Tambah 50 Sumur Bor di NTT
Margonda Depok Terancam Amblas Akibat Penggunaan Air Tanah Tak Dibatasi
Warga Venezuela Berebut Air Buangan Limbah untuk Kebutuhan Hidup

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.