Bukan merazia, polisi di Aceh Utara blusukan ke desa jualan sembako murah
Tim Trail Satlantas Polres Aceh Utara melesat masuk ke perkampungan, seperti ke Cot Girek dan beberapa desa lain. Mereka bukan hendak merazia warga yang tak taat berlalu lintas, namun berjualan sembako murah.
Tim Trail Satlantas Polres Aceh Utara melesat masuk ke perkampungan, seperti ke Cot Girek dan beberapa desa lain. Mereka bukan hendak merazia warga yang tak taat berlalu lintas, namun berjualan sembako murah.
Sembako murah itu dimasukkan dalam wadah yang disangkutkan di bahu layaknya ransel. Lalu menggunakan motor trail, menyusuri perkampungan menawarkan dagangan murah.
Kegiatan sosial ini dilakukan sembari menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada warga yang membeli sembako. Mereka bahkan tampak seperti pedagang asongan untuk kebutuhan dapur yang masuk ke setiap sudut desa, hanya berbeda mereka menggunakan seragam kepolisian.
Kegiatan sosial itu diabdikan melalui video yang diunggah ke YouTube. Baru saja diunggah sudah 269 kali ditonton warganet. Dalam video berdurasi 7 menit itu, tampak anggota Satlantas Aceh Utara masuk ke setiap lorong rumah warga, lalu menawarkan sembako murah.
Biasanya polisi lalu lintas lebih banyak beraktivitas di pusat-pusat kota, baik melakukan razia kendaraan maupun melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas.
Akan tetapi, kali ini Satlantas Aceh Utara memilih cara berbeda. Mereka rela masuk ke desa-desa dengan lorong yang sempit dan bahkan berlumpur. Lalu mereka menyapa warga untuk menawarkan sembako murah, tentunya tak lupa menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas.
"Ada dong (sosialisasi keselamatan berlalu lintas). Dimulai dari kita berjualan dengan memberikan contoh berkendaraan yang lengkap," kata Kasatlantas Aceh Utara Iptu Sandy Titah Nugraha, Jumat (29/6).
Sambil menjual sembako murah kepada warga, sebutnya, petugas mengingatkan warga yang tidak menggunakan helm. Meskipun mereka berkedara di kampung, petugas tetap mengingatkan agar menggunakan helm.
"Karena kecelakaan bisa terjadi di mana saja," jelasnya.
Sedangkan sembako yang dijual kepada warga itu beragam. Seperti gula pasir harga di pasar Rp 12.000 per kilogram dijual hanya Rp 7.000. Beras 1 kilogram dijual Rp 7.000, dari harga pasar Rp 13.000. Mi instan harga Rp 9.000 per lima bungkus dari harga pasar Rp 15.000. Telur hanya Rp 8.000 dari harga pasar Rp 16.000 per sepuluh butir.
"Ini sumbangan dari anggota Satlantas, sebagai rasa syukur anggota Polri di hari ulang tahun Bhayangkara," ungkapnya.
Satlantas Polres Aceh Utara mengharapkan, dengan ada aksi sosial ini bisa menyadarkan masyarakat untuk taat berlalu lintas, demi keselamatan di jalan.
Baca juga:
Kapolda Sumut pecat 17 anggota: Saya minta anggota bekerja sepenuh hati
Polisi ini bantu penyandang disabilitas di kaki Gunung Wilis menuju TPS
Di Polres ini, anggota polisi wajib baca Alquran & Alkitab sebelum apel
Cerita Kasat Lantas Batang naik motor tempuh contraflow 10 km temukan anak pemudik
5 Fakta soal Ipda Auzar, polisi yang gugur di penyerangan Mapolda Riau
4 Aksi heroik di tengah serangan teroris