Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Aksi heroik di tengah serangan teroris

4 Aksi heroik di tengah serangan teroris Anggota Polri gendong bayi napiter. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Di balik tragisnya ledakan bom di Jawa Timur, tersimpan kisah-kisah heroik yang tidak boleh dilewatkan. Mereka sangat memikirkan nasib kehidupan orang banyak, sampai mengesampingkan keselamatan hidupnya.

Mulai dari kerusuhan di Mako Brimob, Depok sampai ledakan bom di Polrestabes Surabaya. Berikut mereka yang berjasa menyelamatkan nyawa orang lain:

Anggota Polri menggendong seorang bayi

menggendong seorang bayi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pasca-selesainya operasi kerusuhan napi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, viral foto anggota Brimob menggendong bayi. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan bayi tersebut merupakan anak seorang napi di Rutan Mako Brimob.

Setyo menjelaskan seorang napi wanita melahirkan bayi di rumah sakit. Karena butuh bersama ibunya, bayi itu sengaja dirawat di dalam rutan. Hal tersebut Setyo ungkap saat proses pembebasan sandera masih berlangsung pada Rabu (9/5) malam.

Aksi heroik Aloysius Bayu adang pelaku bom Surabaya

aloysius bayu adang pelaku bom surabaya rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Aloysius Bayu Rendra Wardana meninggal dunia saat mengadang sepeda motor pelaku teror yang hendak masuk ke gereja. Bayu bekerja sebagai teknisi Sekolah St Clara Surabaya. Saat insiden terjadi, Bayu menjadi koordinator relawan parkir gereja Orang Muda Katolik (OMK).

Pada saat itu Bayu mencoba mengadang teroris dengan tubuhnya. Tak beberapa lama kemudian, bom meledak dari teroris tersebut. Keberaniannya dalam menghadang pelaku teror masuk ke Gereja Santa Maria Tak Bercela menjadi viral.

Petugas kepolisian menggendong anak teroris

menggendong anak teroris rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Beredar video seorang polisi dengan berani menyelamatkan seorang anak kecil korban ledakan bom di Polrestabes Surabaya. Ternyata Polisi tersebut bernama AKBP Roni Faisal Saiful Faton. Dia berlari menyelamatkan bocah yang tergeletak di samping mobil warna hitam yang terbakar akibat ledakan bom.

AKBP Roni meneriaki anak tersebut. Setelah anak tersebut berdiri, dia mengevakuasi anak itu dan membawanya ke tempat yang lebih aman.

Warga Surabaya donor darah untuk korban ledakan bom

donor darah untuk korban ledakan bom rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ratusan warga itu mendonorkan darahnya di UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya Jalan Embong Ploso. "Ayo warga Surabaya, bagi yang punya kepedulian dan mampu mendonorkan darahnya, kita berdonor di PMI untuk para korban ledakan bom gereja di Surabaya," kata salah seorang warga, Teguh Prihandoko.

Menurut Teguh, dengan mendonorkan darah diyakini bisa menyelamatkan para korban ledakan bom, yang saat ini membutuhkan darah dan dalam perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Surabaya.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP