LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Budi Waseso kesal sipir sering halangi pengungkapan narkoba di lapas

Waseso akan mengomunikasikan hal ini dengan Menkum HAM, Yasonna.

2016-01-26 15:57:48
Budi Waseso
Advertisement

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengeluh sulitnya mengungkap peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sebab utamanya karena petugas sipir menghalangi atau menghambat proses penggerebekan dan penggeledahan.

Tak mau kalah menghadapi ulah petugas lapas, BNN sudah memiliki strategi. Petugas BNN bakal menyerbu lapas yang dijadikan sarang narkoba apabila petugas sipir lapas menghalangi.

"Kita tidak bisa menangkap yang bersangkutan (bandar narkoba), permasalahan mendasar lapas aturan yang diikuti, kita tidak bisa masuk menebus lapas, ternyata ada yang mempertahankan oknum lapas itu yang bermain dengan bandar narkoba," kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso di kantornya, Cawang, Rabu (26/1).

Kondisi demikian pernah terjadi saat petugas BNN mengusut TPPU dari bisnis narkotika di Tebing Tinggi, Medan.

Cara lain yang akan ditempuh berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Dirjen Permasyarakatan I Wayan agar petugas Lapas tak menghalangi saat penggerebekan atau pengungkapan kasus narkoba di berbagai Lapas. Padahal BNN pernah bekerjasama dan menghasilkan kesepakatan untuk memberantas narkoba di Lapas.

"Misalnya di Lapas Bali, Lapas di sana kita temukan narkotika masuk lapas ternyata kita dihambat prosedural, sehingga barang bukti sudah hilang dan saat alat komunikasi kita temukan tidak ada yang mengaku pelakunya," kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Dalam waktu dekat, lanjut Waseso, pihaknya akan menemui Menkumham Yasonna Laoly untuk mendiskusikan hal itu agar saat penyerbuan Lapas tak disalahartikan oleh beberapa pihak. Pihaknya juga tak menyalahi wewenang menyerbu Lapas, apabila petugas menghambat pemberantasan narkoba.

"Makanya saya temui Menkumham dulu agar tidak disalahartikan menyalahi wewenang," tandasnya.

Sebelumnya, BNN berhasil mengungkap tindak pidana pencucian uang dalam bisnis narkotika dengan total aset Rp 17 miliar di Perumahan Tebing Indah Permai, Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Kamis (14/1) kemarin. Tersangka GP (57) adalah jaringan bandar narkoba di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Baca juga:
Budi Waseso curigai dugaan pendanaan aksi teror dari bisnis narkoba
Budi Waseso sebut polisi kurang jeli saat gerebek narkoba di Berlan
BNN sebut perlawanan sindikat narkoba semakin nyata dan serius
Budi Waseso sebut mafia narkoba mulai membidik bocah TK dan SD
Budi Waseso: Anak SD dan TK kini jadi incaran bandar narkoba
Waseso akui BNN-Polri sering ada gesekan saat tangani kasus narkoba
Budi Waseseo ngaku usul penjara dijaga buaya sempat diprotes Jokowi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.