LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Buaya berusia 70 tahun diamankan, gigi sudah rontok

Buaya berusia 70 tahun diamankan, giginya sudah rontok. Sebagaimana direncanakan, penanganan terhadap salah satu jenis satwa yang dilindungi tersebut, pihaknya akan menitipkan buaya tua itu ke Taman Hutan Langsa, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

2018-02-14 08:03:00
Hewan Liar
Advertisement

Warga menangkap buaya di Kuala Malehan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Arakundo, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada Selasa (13/2). Diperkirakan buaya itu berusia 70 tahun. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh Dedi Irvansyah, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, buaya yang berjenis kelamin betina tersebut memiliki bobot lebih kurang 600 Kilogram, panjang tubuh 4,80 meter serta lebar badan 60 Centimeter.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap usia buaya dimaksud dari giginya, pihaknya menyimpulkan bahwa usianya diperkirakan sekitar 70 tahun. "Umur buaya tersebut diperkirakan sekitar 70 tahun, hal itu dikarenakan giginya yang sudah rontok," jelas Dedi seperti dilansir Antara, Rabu (14/2).

Buaya tersebut pun menjadi tontonan warga di lokasi dan belum direlokasi ke tempat lain. Akan tetapi sebagaimana direncanakan, penanganan terhadap salah satu jenis satwa yang dilindungi tersebut, pihaknya akan menitipkan buaya tua itu ke Taman Hutan Langsa, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Advertisement

"Buaya masih di lokasi dan terlihat sehat serta aman. Antusias warga untuk melihatnya masih tinggi dan rencananya untuk penanganan selanjutnya akan dititipkan di Taman Hutan Langsa," terangnya.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah warga menangkap seekor buaya ukuran besar dari Kuala Malehan, terusan Sungai Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (13/2).

Menurut Kapolsek Simpang Ulim, Iptu Dasril, berdasarkan keterangan dari warga, selama ini buaya dimaksud sering muncul di permukaan sungai kawasan itu, sehingga banyak nelayan yang merasa takut diganggu saat mereka beraktivitas di sungai.

Advertisement

"Selama ini kita belum menerima laporan tentang ada nelayan atau masyarakat yang diganggu buaya. Mungkin, warga menangkapnya, karena takut sebab buaya itu sering muncul ke permukaan," katanya.

Sementara itu, keterangan salah seorang warga setempat, Furkan, menyebutkan, bahwa penangkapan buaya tersebut, berawal saat dua warga hendak pergi ke tambak, menggunakan perahu motor. Lalu mereka melihat seekor buaya bersandar di pinggir sungai. Sehingga mereka memanggil warga lainnya untuk upaya penangkapan.

Baca juga:
Kapolda Kaltim perintahkan anak buah tangkap pelaku penembakan orang utan
Potret haru warga India suapi gajah terluka usai tertabrak kereta
Melihat kompetisi elang berburu kelinci di Kazakhstan
Sadisnya pembantaian orangutan diberondong 130 pelor
Menyedihkan, begini kondisi orang utan yang mati ditembak 130 peluru saat ditemukan

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.