LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bripka Madih Nyesal Sempat Ucap Kata 'Maaf' ke Mantan Polisi Diduga Pemeras

Penyesalan itu disampaikan Madih ketika dirinya bertemu dengan TG saat proses penyelidikan oleh Polda Metro Jaya yang hendak membuktikan klaim adanya pemerasan terhadap keluarga Bripka Madih oleh TG.

2023-02-10 12:57:32
Mafia tanah
Advertisement

Anggota Bagren Polres Metro Jakarta Timur, Bripka Madih meluapkan penyesalannya terhadap diri sendiri yang sempat meminta maaf ke seorang Anggota Polisi berinisial TG yang kini telah pensiun atau merupakan purnawirawan. TG diketahui disebut oleh Bripka Madih telah melakukan pemerasan,

Penyesalan itu disampaikan Madih ketika dirinya bertemu dengan TG saat proses penyelidikan oleh Polda Metro Jaya yang hendak membuktikan klaim adanya pemerasan terhadap keluarga Bripka Madih oleh TG.

"Enggak ada, enggak ada (minta maaf), nyesel ane bilang, nyesel," kata Madih saat ditanya wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/2).

Advertisement

Pada kesempatan yang sama pengacara Madih, Yasin Hasan juga menjelaskan memang kliennya ini kerap kali mengucapkan 'maaf' ketika mengawali pembicaraan dengan seseorang

"Tetapi Bang Madih ini kalau bicara ini selalu mengawali dengan 'mohon minta maaf nih', seperti itu. Jadi jangan diplintir seolah-olah itu permintaan maaf karena ada kesalahan dari beliau, bukan. Tetapi memang ini kebiasaan-kebiasaan," ucapnya.

Advertisement

Sudah Minta Izin Atasan

Kembali lagi, Madih menyatakan kalau kehadirannya di Bareskrim Polri telah atas seizin atasannya di Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini menjabat sebagai anggota Bagren Polres Metro Jakarta Timur

"Ya Allah astaghfirullah. Ya izin kantor bapak," kata Madih.

Madih mengatakan izin itu sudah disampaikan langsung kepada atasannya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartno. Karena, ia saat ini sudah tidak lagi bertugas menjadi anggota Provos Polsek Jatinegara.

"Makanya ane bilang ane sayang dengan institusi kepolisian. Enggak ada niat sedikit pun ane ini mencemarkan, enggak ada si madih, ini izin (untuk datang memenuhi undangan)," ucapnya.

Hasil Konfrontir Madih dengan TG

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengonfrontir antara Bripka Madih anggota Provos Polsek Jatinegara dengan seorang Anggota Polisi berinisial TG yang kini telah pensiun atau merupakan purnawirawan, guna membuktikan klaim adanya pemerasan terhadap keluarga Bripka Madih.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan klaim Bripka Madih yang mengaku diperas oleh TG saat melakukan pengurusan tanah, tidak memiliki bukti.

Saat ditanya terkait pemerasan yang dialaminya, Bripka Madih hanya terdiam. Ia malah langsung memeluk dan meminta maaf kepada TG.

"Tidak ada, jadi artinya setelah dikonfrontir ya, mendasari konfrontasi kedua belah pihak langsung ya ini tidak ada dapat dibuktikan, saya rasa itu," ucap Trunoyudo kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/2).

Trunoyudo menjelaskan dari hasil konfrontir antara Bripka Madih dengan TG, semuanya mengaku adanya objek laporan pada tahun 2011 yang dilayangkan ibunda Bripka Madih, Halimah terkait objek tanah seluas 1.600 meter.

"Halimah, ibu Madih, dan benar objek 1.600 meter persegi, dan tidak dibantah oleh Bripka Madih. Sedangkan Bripka Madih menuntut 3.600 meter persegi, ketika dikonfrontir ketika ditanya ke TG benar 1.600 meter persegi. Artinya ini tidak dibantah," katanya.

Kemudian untuk keterangan tempat, lanjut Trunoyudo, keduanya memiliki kesesuaian dengan proses laporan di Kantor Ditreskrimum di Kamneg yang di sana turut memuat sekitar belasan penyidik.

"Ada persamaan dalam waktu dan tempat tidak ada bantahan dan yang kami salut gentle juga dari Pak Bripka Madih langsung mendatangi TG, memeluk, dan 'Minta maaf Pak Haji. Saya mohon maaf'," kata Trunoyudo sambil tirukan ucapan Madih saat dikonfrontir.

"Artinya kita apresiasi supaya jelas semua. Jangan sampai ini semuanya kemudian menjadi suatu opini yang berkembang di publik, salah satu caranya adalah konfrontir," tambah dia.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.