BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 Triliun hingga Maret 2026, Dorong UMKM Produktif
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Semarang telah menyalurkan KUR BRI Semarang sebesar Rp5,63 triliun hingga Maret 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam memberdayakan UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Semarang mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang signifikan. Hingga Maret 2026, total penyaluran KUR BRI Semarang telah mencapai Rp5,63 triliun. Dana ini disalurkan kepada 113.246 debitur di wilayah kerja BRI Semarang.
Penyaluran masif KUR ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tujuannya adalah agar UMKM dapat semakin produktif dan berkembang secara berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.
Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady, menyatakan bahwa pembiayaan ini diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha. Hal ini memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. BRI berkomitmen penuh untuk mendampingi pelaku UMKM.
Fokus pada Sektor Produktif
Komposisi penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Semarang hingga Maret 2026 didominasi oleh sektor produksi. Porsi sektor ini mencapai 44,77 persen dari total penyaluran. Angka ini menunjukkan bahwa pembiayaan BRI secara konsisten mendukung aktivitas usaha yang menciptakan nilai tambah.
Pada tahun 2025, BRI RO Semarang mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp17,04 triliun kepada 397.070 debitur. Dominasi penyaluran sektor produksi juga terlihat jelas pada tahun tersebut, dengan porsi sebesar 49,31 persen dari total. Ini menegaskan arah strategis BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM.
Hery Nofriady menjelaskan bahwa dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah, pelaku usaha di Jawa Tengah memiliki kesempatan besar. Mereka dapat meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah. Penyaluran KUR BRI Semarang menjadi motor penggerak ekonomi.
Peran BRI dalam Pemberdayaan UMKM
KUR menjadi wujud nyata komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Program ini bertujuan memberdayakan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan. BRI berperan aktif dalam mewujudkan visi ini.
Dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha. Edukasi finansial juga diberikan agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Ini adalah pendekatan holistik dari BRI Semarang.
Hery Nofriady menambahkan bahwa upaya tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal. Mereka juga diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM.
Ke depannya, BRI Regional Office Semarang akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif. Pembiayaan yang diberikan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat. Edukasi digital juga digalakkan untuk UMKM.
Optimisme untuk Ekonomi Lokal
Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Semarang optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Mereka siap menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal. Ini adalah bagian dari peran vital BRI.
Selain melalui modal usaha, BRI juga memberikan pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Pihaknya juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital. Tujuannya adalah agar UMKM bisa memanfaatkan platform penjualan daring.
Pemanfaatan platform penjualan daring ini diharapkan dapat mendorong kapasitas usaha UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. BRI Semarang berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan ini.
Sumber: AntaraNews